SuaraSoreang.id - Berita terkait Tiko dan Ibu Eny memang cukup menyedot perhatian publik. Apalagi setelah satu per satu orang-orang muncul memberikan klarifikasi.
Mulai dari keluarga mantan suami Ibu Eny, Herman Moedji Susanto hingga pihak-pihak lain yang akhirnya buka suara terkait keluarga Tiko.
Mengejutkan, keluarga Pak Herman dari istri pertamanya yang tak terima dan merasa Tiko telah mencemarkan nama sang ayah pun memberikan informasi lain.
Yakni perihal status pemuda 23 tahun bernama lengkap Pulung Mustika Abimanyu atau Tiko bukan anak kandung dari Pak Herman dan Ibu Eny.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh cucu pertama Pak Herman yang bernama Ika, melalui sambungan telepon di unggahan Youtube Pratiwi Noviyanthi beberapa waktu lalu.
"Intinya si Tiko itu bukan anak kandung dari Pak Herman sama Ibu Eny. Dia ini hanya anak yang diasuh dari kecil, akibat dari 'kecelakaan' dari keluarga temennya Eyang. Sampai sekarang kita juga tidak tahu keluarganya ini dimana," kata Ika, Jumat (6/1/2023).
Ia bahkan mengatakan dengan pedas bahwa Tiko sejak bayi memang sudah 'dipelihara' oleh Pak Herman dan Ibu Eny sehingga sudah dianggap seperti anak kandung mereka.
Kabar tersebut seolah dibantah oleh sosok yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Pak Herman yang bernama Sumarjono.
Pak Sumarjono mengatakan bahwa ia sendiri yang mengantarkan Pak Herman saat menikahi Ibu Eny sekitar tahun 1996 atau 1997 ke rumah kakak dari Ibu Eny di Ds. Bayemtaman, Kab. Magetan, Jawa Timur.
Baca Juga: Dewas KPK Terima 1.460 Pemberitahuan Penyadapan dari Penyidik Sepanjang 2022
"Dulu waktu nikah itu saya juga yang ngatur nganterkan dan waktu pernikahan juga datang ke rumah itu kakak iparnya di Bayemtaman itu saya datang," ungkap Sumarjono, Sabtu (7/1/2023).
Berdasarkan cerita dari beliau, proses pernikahan antara Pak Herman dan Ibu Eny berawal dari dikenalkan dari keponakannya sendiri yang bernama Pak Sugimin.
Setelah menikah, keduanya pergi ke Jakarta dan sempat tinggal di daerah Bintara, Bekasi Barat beberapa tahun. Lalu akhirnya pindah ke daerah Klender di rumah yang Tiko dan Ibu Eny tempati saat ini.
Berkaitan dengan status Tiko, Pak Sumarjono tidak memberikan keterangan yang tersurat. Akan tetapi ia menjelaskan bahwa jika dilihat dari usia pernikahan kedua orang tuanya dan usia Tiko saat ini, diperkiraan Tiko lahir di Jakarta.
"Nggak tahu persisnya kira-kira 96 lah 96 97 kira-kira tahun segitu dan kalau saya dengar itu mas Tiko kan sekarang umurnya 23 tahun lahir kemungkinan tahun 99. Di Jakarta (lahirnya Tiko), waktu masih di Bintara," kata beliau.
Tak hanya itu, Pak Sumarjono yang juga cukup lama hidup merantau ke Jakarta dan menjadi teman dekat Pak Herman masa itu berharap meluruskan berita buruk tentang kerabatnya itu.