Alami Kisah Misterius di Jaman Orba, Begini Sisi Kelam Petrus

soreang

Rabu, 22 Februari 2023 | 19:03 WIB
Alami Kisah Misterius di Jaman Orba, Begini Sisi Kelam Petrus
Ilustrasi ketika operasi petrus dilakukan (YouTube/ Pen Invasion)

SuaraSoreang.id – Maraknya kasus premanisme yang terjadi akhir-akhir ini cukup membuat masyarakat menjadi resah, berbagai macam kasus dari berbagai daerah seakan menjadi santapan setiap hari yang menghiasi headline berita nasional. 

Berbanding terbalik dengan kondisi ketika era Orde Baru berkuasa, kasus premanisme tidak semarak saat ini, karena sikap pemerintah saat cukup tegas menangani hal hal tersebut, jika tidak hilang maka jenazahnya akan ditemukan tergeletak di pinggir jalan.

Zaman pemerintahan Soeharto, marak aksi preman jalanan yang populer dengan sebutan Gabungan Anak liar atau lebih terkenal dengan GALI, para preman ini yang memanfaatkan kekuatan dan kekuasaan untuk menarik pungutan liar.

Dalam channel YouTube PEN INVASION, dilihat Rabu (22/2/2023). Menceritakan bagaimana awal mula operasi Petrus itu diluncurkan. 

Berbagai macam reaksi masyarakat yang muncul menimbulkan pro-kontra tersendiri, hingga kecaman dari kancah internasional.

Di tahun 1983 kala itu komandan Garnisun Yogyakarta Letkol Kolonel Hasbi menyatakan perang terhadap para preman atau GALI, dia menggelar Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK) yang bekerjasama dengan intelijen AD, AU dan kepolisian.

Para GALI yang tidak melapor kemudian diburu oleh tim OPK Kodim untuk ditangkap dan bagi yang lari atau melawan akan langsung ditembak mati. Mayat para GALI yang ditembak  dibiarkan tergeletak di mana saja dengan tujuan membuat shock therapy.

Tokoh-tokoh GALI terkenal di Yogyakarta pun tidak luput menjadi korban Petrus, dan yang paling diingat adalah kematian Salah satu tokoh preman ternama di Yogyakarta yakni Samudi Blekok atau Black Shark

Blekok nyatanya tidak bisa menghindar dari Petrus, ia ditemukan tewas tergeletak di kawasan Kota Gede dengan kondisi wajah rusak.

baca juga

Pemerintah terus melanjutkan Petrus, intelijen polisi memberi komandan garnisun daftar orang-orang yang termasuk jadi tersangka kejahatan. Garnisun kemudian membuat daftar baru dan mengeluarkan ultimatum publik kepada semua GALI juga preman untuk segera menyerah ke markas garnisun tanpa perlu menyebutkan nama. 

Terkait OPK yang sukses di era Orde Baru, Presiden Soeharto dalam buku otobiografinya bertajuk, Pikiran Ucapan dan Tindakan mengatakan “ya harus dengan kekerasan tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan begitu saja, tetapi yang melawan, ya mau tidak mau harus ditembak” ujarnya dalam buku yang terbit pada 1989 itu.

Pada tahun 2012 Komnas HAM pernah mengumpulkan fakta-fakta tentang Petrus, wakil ketua Komnas HAM saat itu Yosep Adi Prasetyo menyatakan korban penembakan misterius atau akrab dikenal Petrus terjadi pada kurun 1982 sampai 1985. 

Penyelidikan Komnas HAM, estimasi korban Petrus mencapai 2000 orang. temuan David Booster dalam karyanya yang berjudul Crime Low Ensted Authority in Indonesia pada tahun 1990, diterjemahkan oleh Aries Budiman mencapai angka 10.000. 

Hingga pada akhirnya Petrus diakhiri pada tahun 1985, karena banyak mendapat perdebatan pendapat dan tekanan dari internasional. (*JakaNoerFajar)

Sumber: YouTube/Pen Invasion

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Geger Dosen UII Menghilang Usai Dari Norwegia, Polisi: Masih Di Boston, Belum Keluar Amerika

Geger Dosen UII Menghilang Usai Dari Norwegia, Polisi: Masih Di Boston, Belum Keluar Amerika

News | Rabu, 22 Februari 2023 | 09:05 WIB

Komnas HAM Penuhi Permintaan Kuasa Hukum, Jenguk Lukas Enembe ke Rutan KPK

Komnas HAM Penuhi Permintaan Kuasa Hukum, Jenguk Lukas Enembe ke Rutan KPK

News | Selasa, 21 Februari 2023 | 19:18 WIB

Antusiasme Tinggi, Masa Tunggu Antrean Haji di Yogyakarta Sudah Capai 34 Tahun

Antusiasme Tinggi, Masa Tunggu Antrean Haji di Yogyakarta Sudah Capai 34 Tahun

Jogja | Selasa, 21 Februari 2023 | 18:18 WIB

Terkini

Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...

Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:11 WIB

DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga

DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit

Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla

Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan

Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?

Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia

Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi

Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi

Surakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel

Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:36 WIB

×