SuaraSoreang.id - Beredar narasi jika buah nanas panas bisa mematikan sel kanker.
Benarkah demikian? Berikut Ada juga penjelasan dari FKUI tentang hal tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir ini beredar di media sosial jika nanas bisa membunuh sel kanker.
Informasi tersebut disebar melalui postingan yang mengklaim jika buah nanas panas ampuh membunuh sel kanker.
Dilihat dari informsi tersebut, postingan nanas panas bisa membuh sel kanker beredar sejak beberapa waktu lalu.
Satu di antaranya disebar melalui akun di media sosial Facebook.
Akun tersebut mengunggah informasi tersebut pada 5 Februari 2023.
Seakan memperkuat informasi tersebut, dalam postingannya disertakan video tentang cara pengolahan nanas agar bisa membunuh sel kanker.
Dilihat dari tayangan tersebut, mengolah nanas mulai dari memotongnya menjadi tiga bagian.
Kemudian Langkah berikutnya adalah menuangkan air panas pada nanas yang sudah dipotong.
Disebutkan nanas yang sudah dituang air panas tersebut di sebut bisa menjadi alkali.
Narasi dalam video kemudian menyebutkan jika sangat dianjurkan untuk diminum setiap hari.
Ada juga narasi di dalam video itu tentang metode tersebut untuk disebarkan ke semua orang karena terbukti ampuh.
Lantas akun itu mengklaim dengan narasi "info kesehatan".
Nah pertanyaannya, apakah benar dengan narasi tersebut?
Benarkan nanaspanas bisa membunuh sel kanker?
Tim Cek Fakta soreang.suara.com kemudian menelusuri tentang konten tersebut. Lalu menemukan artikel berjudul "Cek Fakta Kesehatan: Air Nanas Panas untuk Obat Kanker, Hoaks" yang tayang di Liputan6.com pada 16 Desember 2019.
Dalam artikel tersebut kemudian ditemukan penjelasan ilmiah dari Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASM, FACP.
"Sama sekali tidak benar (nanas panas bisa membunuh sel kanker). Hoaks serupa kerap mencantumkan tanaman berbeda seperti jengkol, petai, atau mentimun," ujar Prof Aru.
"Kadang-kadang kandungan yang dicantumkan itu, ada kandungan X dalam obat kanker lalu di buah-buahan juga terdapat kandungannya lalu diklaim sebagai obat, padahal tidak," katanya.
Meski demikian Prof Aru menjelaskan kalau orang yang sedang berobat kanker bisa juga mengonsumsi buah-buahan.
"Itu komplimenter, menunjang agar badannya lebih sehat dan pasti ada manfaatnya."
Selain itu ditemukan juga bantahan dari Fakultas Kedokteran UI yang logonya tercantum dalam video yang tersebar di media sosial tersebut.
"Dapat dipastikan bahwa narasi dari video tersebut adalah hoaks, dan institusi FKUI sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran konten tersebut.
Informasi hoaks ini sudah sejak lama beredar dengan beragam versi, dan sudah banyak pula bantahan terkait klaim tersebut," bunyi pernyataan FKUI dalam laman fk.ui.ac.id. (*)