SUARA SOREANG - Ibadah haji atau umroh merupakan hal yang diimpikan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Setahun sekali, umat Islam dari berbagai kelompok berkumpul bersama di Mekkah dan berdiri di depan Ka'bah untuk memuji Allah bersama-sama.
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima dan terakhir. Ibadah ini dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan kedua belas dalam kalender Islam.
Ibadah yang harus dilakukan oleh setiap Muslim, setidaknya sekali dalam hidup mereka jika mereka mampu secara fisik dan finansial.
Sedangkan ibadah umrah merupakan ziarah ke kota suci Mekkah yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
Umat Islam menyebutnya sebagai 'ziarah kecil' yang membersihkan seorang peziarah dan membebaskannya dari kesalahan dan dosa di masa lalunya.
Melakukan Umrah sangat dianjurkan dalam agama Islam karena merupakan tindakan penyembahan dan pengakuan terhadap Allah yang Maha Pemurah.
Ibadah haji dan umrah membuat umat Islam merasakan pentingnya kehidupan di dunia dan di akhirat, dengan menanggalkan semua hal yang bersifat keduniawian.
Mekkah adalah tempat yang suci bagi semua umat Muslim. Saking sucinya, semua umat muslim di dunia belomba-lomba untuk bisa datang ke tempat suci ini.
Hal tersebut dirasakan oleh beberapa orang yang berlomba-lomba untuk datang ke tanah suci bagaimanapun caranya, dalam postingan akun tiktok milik seorang yang bernama 'Andinisyamsur' Pada Rabu (5/4/23), menunjukan sisi lain dari Masjidil Haram di kota Mekkah.
Baca Juga: Prosesi Jalan Salib di Gereja Katedral Jakarta
Ia menyebutkan jika banyak sekali warga asing seperti dari Pakistan, India, Afrika, yang menggantungkan tas, koper dan barang-barang nya di pinggiran jalan.
"Mereka hanya punya semangat dan keinginan besar untuk beribadah di Masjidil Haram, tidak bisa menikmati fasilitas hotel seperti kita, apalagi makan di Mezzanine hotel karena tidak punya biaya," ungkap akun tersebut, dikutip dari tiktok Andinisyamsur pada Jumat (7/4/23).
Ia juga menegaskan bahwa setiap umat muslim harus memiliki rasa malu pada Allah SWT, yang masih bisa menikmati setiap fasilitas yang nyaman di kota Mekah namun fokus berbelanja dan jalan-jalan ketimbang ibadah.
"Harus malu sama Allah, kalau kita yang bisa menikmati fasilitas hotel, tapi sampai di mekah hanya fokus berbelanja dan jalan-jalan," pungkasnya. (*)
Sumber: Tiktok/Andinisyamsur.