SUARA SOREANG - Setiap manusia memiliki berbagai macam aktivitas dalam kehidupannya. Lantas bagaimana aktivitas tersebut dapat bernilai dihadapan Allah?
Fondasi paling dasar dalam setiap aktivitas adalah mengikhlaskan niat.
Niat secara bahasa memiliki arti al-qashd yang memiliki arti keinginan. Sedangkan niat secara istilah, bertekad melakukan setiap aktitivitas hanya karena Allah.
Banyak manusia yang terjebak akan setiap aktivitas dalam hidupnya. Melakukan amal soleh hanya untuk dipandang oleh manusia lain.
Niat seorang muslim dalam melakukan aktivitasnya harus berlandaskan hanya kepada Allah.
Niat berarti seseorang mengendalikan dirinya ketika hendak beramal, supaya tidak mengharapkan pujian manusia (Kitab Jami' Al 'Ulum Wa Al Hikam).
Seseorang akan mendapatkan atas apa yang ia niatkan, sehingga menjadi nilai yang mutlak untuk melakukan segala aktivitas berlandaskan Allah semata. Kedudukan niat menjadi utama dalam setiap aktivitas seorang muslim.
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (H.R. Bukhari, no.1 dan Muslim, no.1907). (*)