SUARA SOREANG - Sebuah pesawat jet pribadi dari pulau liburan mewah mengalami kecelakaan mengerikan di Malaysia.
Pesawat tersebut jatuh dan meledak menjadi bola api besar di sebuah jalan raya yang ramai, menewaskan sepuluh orang.
Kejadian ini terjadi di kota Elmina, Shah Alam, provinsi Selangor, Malayasia, sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Pesawat jet ini berangkat dari pulau liburan Langkawi dan menewaskan delapan penumpang di dalamnya serta dua pengendara yang tidak beruntung.
Video kecelakaan menunjukkan pesawat itu langsung meledak dan terbakar ketika menabrak beton.
Setelah kecelakaan, reruntuhan pesawat mengeluarkan asap hitam saat berbelok dari jalan menuju pekarangan rumput.
Salah satu penumpang pesawat yang tewas adalah Johari Harun, anggota parlemen negara bagian Pahang yang bertanggung jawab atas perumahan dan lingkungan hidup, menurut polisi.
Kepala polisi distrik Shah Alam, Mohamad Iqbal Ibrahim, mengonfirmasi bahwa semua penumpang di pesawat tersebut meninggal dunia, begitu juga dengan dua pengendara motor yang ada di jalan saat kecelakaan terjadi.
"Setidaknya ada 10 orang yang tewas dalam kecelakaan ini. Dua pengendara yang sedang lewat - satu di dalam mobil dan satu di atas sepeda motor - juga tewas bersama delapan orang di dalam pesawat" kata Ibrahim dilansir dari Dailymail, Jumat (18/8/2023)
Baca Juga: Mengenal Aipda Brian, Polisi yang Viral Usai Nge-Band Bareng Napi di Hari Kemerdekaan
Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan pesawat yang rusak parah setelah tabrakan yang menghancurkan, dan reruntuhan sepeda motor yang hangus tergeletak di jalan.
Menurut kepala polisi distrik Ibrahim, pesawat ini lepas landas sekitar pukul 14.08 dari Langkawi, yang berjarak 250 mil dari tempat kecelakaan.
Pesawat ini seharusnya mendarat di Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang pada pukul 14.49.
Namun, pesawat tersebut jatuh di jalan sebelum mencapai tujuannya.
Pesawat tersebut bertabrakan dengan seorang pengendara sepeda motor yang meninggal seketika, serta seorang pengemudi mobil.
Kepala otoritas penerbangan sipil, Norazman Mahmud, mengatakan bahwa tidak ada panggilan darurat yang dilakukan oleh pesawat tersebut.