SUARA SOREANG - Pengungkapan adanya produksi film porno oleh production house lokal, Kelas Bintang, di Jakarta Selatan, bikin geger publik.
Tak main-main rumah produksi ini disebut telah membuat sekitar 120 judul film porno.
Bagi penonton film dewasa hingga sampai pada taraf adiksi, kecanduan pornografi dapat memiliki berbagai efek negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang.
Berikut adalah beberapa efek dari kecanduan pornografi melansir berbagai sumber:
Efek Fisik
1. Penurunan libido dan disfungsi seksual, seperti disfungsi ereksi dan kesulitan mencapai orgasme.
2. Desensitisasi sistem penghargaan otak, yang menyebabkan berkurangnya kenikmatan dari hubungan seksual di kehidupan nyata.
3. Perubahan pola tidur dan kelelahan
4. Gejala fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, dan sindrom lorong karpal
Efek Mental
1. Pandangan yang menyimpang tentang seks dan hubungan, yang menyebabkan berkurangnya keintiman, komunikasi, dan kepercayaan dalam hubungan.
2. Perasaan malu, bersalah, dan terisolasi
3. Meningkatnya risiko depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya.
4. Menurunnya harga diri dan kepercayaan diri
5. Kesulitan berkonsentrasi dan penurunan produktivitas
Efek Sosial
1. Dampak negatif pada hubungan, yang menyebabkan berkurangnya keintiman, komunikasi, dan kepercayaan.
2. Kecanggungan sosial dan berkurangnya interaksi keluarga.
3. Meningkatnya risiko kejahatan dunia maya seperti cyberstalking dan pedofilia.
Secara keseluruhan, kecanduan pornografi dapat memiliki efek negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang.
Mencari terapi dan menjauhkan diri dari penggunaan pornografi dapat membantu orang mengembangkan sikap yang sehat terhadap seks dan meningkatkan hubungan mereka.
Melansir artikel di laman National Library of Medicine yang berjudul "Physiological, Psychosocial and Substance Abuse Effects of Pornography Addiction: A Narrative Review" Terapi Perilaku Kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), psikoedukasi, konseling, teknik pengalih perhatian, dan terapi farmakologis seperti fluoxetine atau desvenlafaxine adalah beberapa terapi yang efektif untuk kecanduan pornografi. (*)