SUARA SOREANG - Pakar ekspresi, Kirdi Putra, mencoba mengungkapkan perasaan Maxime Bouttier saat dia diwawancara bersama Luna Maya baru-baru ini.
Melansir tayangan YouTube CumiCumi, Kirdi menginterpretasikan bahwa Maxime sedang merasa bahagia namun juga agak malu-malu saat tampil di depan publik.
Kirdi mengamati berbagai gerakan tubuh yang ditampilkan oleh Maxime dan menyatakan bahwa ekspresi wajahnya menunjukkan kebahagiaan.
Namun, ada momen ketika Maxime merasa malu, yang ditunjukkan lewat gestu menggunakan tangan kirinya untuk menutupi wajahnya.
Menurut Kirdi, tindakan Maxime yang mencoba menghindar dari wartawan dengan menutupi wajahnya menggunakan tangan adalah cara untuk menyembunyikan perasaan malu yang sedang dialaminya.
Kirdi juga menyebut hubungan Luna dan Maxime Bouttier mungkin lebih dari sekadar persahabatan, meskipun belum tentu mereka sudah dalam hubungan yang serius.
Meskipun begitu, Kirdi tidak dapat memastikan apakah mereka sudah resmi berpacaran atau belum.
"Apakah sudah serius misalnya, itu yang belum tahu. Tapi bahwa lebih dari sekadar teman iya," tutur Kirdi dikutip Rabu (20/9/23).
Kirdi merasa bahwa ada beberapa hal yang perlu diatasi oleh keduanya sebelum mereka secara resmi mengumumkan status hubungan mereka kepada publik.
Baca Juga: Viral Wanita Asal Cilacap Ini Jadi Penipu Demi Judi Online, Korban Rugi Ratusan Juta
Menurutnya ada isu-isu yang perlu mereka selesaikan, baik antara mereka berdua atau dengan keluarga mereka, sebelum mereka dapat membuka hubungan mereka secara lebih terbuka.
"Sesuatunya itu menurut saya memang ada isu yang belum mereka selesaiin, sehingga tanda petik belum mau terbuka tentang intensitas atau model hubungan mereka," ungkap Kirdi.
Kesimpulannya, meskipun belum ada kepastian apakah mereka sudah berpacaran atau tidak, Kirdi meyakini bahwa Luna dan Maxime memiliki hubungan yang lebih dari sekadar persahabatan.
Kedekatan mereka telah mencapai tahap yang lebih dalam, meskipun belum terungkap dengan jelas di depan publik karena beberapa isu yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. (*)