SUARA SOREANG – Kasus kopi sianida yang sempat mengguncang rakyat Indonesia pada tahun 2016 lalu kembali menjadi perbincangan publik usai kasus tersebut diangkat menjadi sebuah film.
Menariknya, kini banyak pihak dari publik yang berpandangan bahwa Jessica Kumala Wongso bukanlah pelaku dari pembunuhan Mirna Salihin
Dilansir dari akun instagram @lambegosiip, Dr. Djaja Surya Atmadja seorang ahli forensik yang menjadi saksi ahli dari kasus tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak menemukan bekas sianida pada tubuh Mirna Salihin.
“Nggak merah, dia biru terus saya tekan kan forensik kan kalau mau teken supaya lambungnya ketekan keluar hawa, saya nggak nyium (sianida) sama sekali,” ucap Dr. Djaja saat hadir di podcast milik dr. Richard Lee.
Dr. Djaja Surya Atmadja pun menegaskan kredibilitas sebagai seorang dosen dan peneliti sianida selama 30 tahun.
“Saya nih kan dosen sianida selama 30 tahun, saya penelitinya,” tutur Dr. Djaja.
Dr. Djaja Surya Atmadja sangat yakin bahwa tidak ada kandungan sianida di dalam tubuh Mirna Salihin, meskipun begitu ternyata dirinya tidak dipanggil oleh pengadilan untuk memberikan kesaksian.
“Nah semua orang yang di BAP semua dipanggil keadilan kecuali saya, nah ceritanya itu kasusnya dipegang sama pak Otto berkas dibaca satu-satu ini kok nggak dihadirkan cari orang ini saya dicari diubungi sama pak Otto,” ungkap Dr. Djaja.
“Bukan yakin saya sangat yakin dan ini bukan sianida,” pungkasnya. (*)