Array

Ini Rahasia Moncernya Performa Jojo dan Anthony Tahun Ini

Rabu, 26 September 2018 | 10:00 WIB
Ini Rahasia Moncernya Performa Jojo dan Anthony Tahun Ini
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia peraih medali emas, Jonatan Christie (kiri) dan peraih medali perunggu, Anthony Sinisuka Ginting, menggigit medali Asian Games 2018, usai upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). [Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Tahun 2018 bisa dibilang menjadi tahun penuh berkah bagi Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Di tahun ini, dua pilar utama tunggal putra Indonesia itu sukses merengkuh prestasi yang cukup menggembirakan.

Jojo—sapaan akrab Jonatan—misalnya, sukses meraih medali emas Asian Games 2018. Sementara Anthony sejauh ini telah menjuarai dua ajang, yakni Indonesia Masters 2018 dan yang teranyar Cina Open 2018.

Menurut Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, moncernya penampilan anak asuhnya di 2018 tak sepenuhnya karena andilnya sebagai pelatih.

Faktor lainnya karena Anthony dan Jojo dinilainya dinilai sudah lebih dewasa dan mau belajar dari pengalaman.

"Sebetulnya tidak ada rumus khusus, tapi memang ada kemauan dari atletnya sendiri," kata Hendry dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (26/9/2018).

"Untuk Anthony, dia belajar dari pengalaman dia kalah, saya lihat awalnya dari Asian Games. Setelah itu kami diskusi, dia pelajari video permainannya," imbuhnya.

Pasca Asian Games 2018, Jojo dan Anthony memang mengalami fase berbeda. Jojo yang merengkuh emas cendrung mengalami penurunan performa.

Sementara Anthony yang meraih perunggu di nomor perorangan Asian Games 2018, mampu meningkatkan performa dengan signifikan.

Gelar Juara Cina Open 2018 tak hanya menandai untuk pertama kalinya Anthony merengkuh gelar di turnamen level BWF World Tour Super 1000.

Baca Juga: Jadwal Wakil Indonesia di Babak Pertama Korea Open Hari Ini

Namun, perjalanan pebulutangkis 22 tahun itu hingga ke babak final memberikan sedikit gambaran bahwa tunggal putra Indonesia punya secercah harapan untuk kembali bangkit, seperti masa Taufik Hidayat dahulu.

Anthony yang tak diunggulkan nyatanya mampu mengalahkan empat juara dunia mulai dari babak pertama hingga final.

Dan yang paling luar biasa tentu saat menundukkan juara dunia 2018 asal Jepang, Kento Momota, di partai final dua game langsung dengan skor, 23-21 dan 21-19.

"Di Cina Open ini permainan Anthony sudah tepat, tapi tetap masih ada kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan. Kemajuannya sudah ada, dia sudah bisa mengatur fokus, bisa atur tempo main dan bisa merancang apa yang dia mau," ungkap Hendry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI