Pemain Naturalisasi Indonesia Ungkap Misi di IBL 2018-2019

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Pemain Naturalisasi Indonesia Ungkap Misi di IBL 2018-2019
Pebasket naturalisasi Indonesia, Jamarr Andre Johnson, dalam perkenalan skuat Satria Muda Pertamina Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11/2018). [Dok. Satria Muda]

"Saya datang ke Indonesia bukan untuk menjadi pemain basket awalnya," ujar Jamarr Andre Johnson.

Suara.com - Pemain naturalisasi Indonesia, Jamarr Andre Johnson sudah tak sabar menjalani kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2018-2019.

Bersama Satria Muda Pertamina Jakarta, pebasket kelahiran Amerika Serikat itu menatap gelar ketiga.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kompetisi bola basket Indonesia pada 2015 silam, Jamarr Andre Johnson telah memenangi dua gelar juara IBL.

Gelar atau cincin pertama Jamarr didapat saat memperkuat CLS Knight Indonesia di IBL musim 2015/2016.

Saat itu Jamarr tak hanya meraih juara, namun juga mendapat predikat sebagai pemain debutan (rookie) terbaik dan Most Improved Player.

"Ketika merebut gelar juara bersama CLS Knights saya merasa seluruh kerja keras terbayarkan. Itu gelar pertama CLS Knights sepanjang sejarah mereka dan saya menjadi bagian dari momen itu," kata Jamarr, ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pebasket Satria Muda Pertamina Jamarr Andre Johnson (kanan) dan Dior Alexandros Lowhorn (kiri) berebut bola dengan pebasket BSB Hangtuah Nahshon Christopher Georger (tengah) dalam semifinal game ketiga divisi merah Indonesian Basketball League di Britama Arena, Jakarta, Minggu (25/3). [Antara/Sigid Kurniawan]
Pebasket Satria Muda Pertamina Jamarr Andre Johnson (kanan) dan Dior Alexandros Lowhorn (kiri) berebut bola dengan pebasket BSB Hangtuah Nahshon Christopher Georger (tengah) dalam semifinal game ketiga divisi merah Indonesian Basketball League di Britama Arena, Jakarta, Minggu (25/3). [Antara/Sigid Kurniawan]

Sebelum merengkuh gelar kedua, Jamarr sempat meniti karier di luar Indonesia. Klub Dunkin Raptors yang bermain di Thailand Basketball League (TBL) menjadi pelabuhan Jamarr pada 2017.

Tak lama berselang, Jamarr kembali ke Tanah Air. Pebasket yang juga memperkuat Timnas Basket Indonesia di Asian Games 2018 ini kembali memperkuat Satria Muda Pertamina Jakarta.

Seperti halnya di CLS Knights Indonesia, Jamarr langsung meraih gelar juara IBL musim 2017/2018 di musim pertamanya kembali ke Tanah Air.

Tak hanya itu, Jamarr juga mendapatkan pengharagaan sebagai Most Valuable Player (MVP) di babak final.

Power Forward Satria Muda Pertamina Jakarta, Jamarr Andre Johnson dinobatkan sebagai pemain terbaik di final IBL 2017/2018, Minggu (22/4/2018) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]
Power Forward Satria Muda Pertamina Jakarta, Jamarr Andre Johnson dinobatkan sebagai pemain terbaik di final IBL 2017/2018, Minggu (22/4/2018) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]

Kini, bersama para rooster atau pemain baru Satria Muda Pertamina Jakarta, Jamarr Andre Johnson menatap gelar ketiga IBL.

Jika berhasil, dirinya akan menjadi pemain naturalisasi pertama yang meraih tiga cincin di kompetisi IBL.

Sebelumnya, pemain naturalisasi Ebrahim Enguio Lopez hanya meraih satu gelar juara bersama Aspac Jakarta pada NBL 2014.

"Tentu akan menyenangkan jika itu terjadi. Saya datang ke Indonesia bukan untuk menjadi pemain basket awalnya. Tapi saya bersyukur karena bisa mendapat kesempatan dan meraih kesuksesan seperti ini," tutup pemain naturalisasi kelahiran New Jersey, AS, 20 Juni 1988.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS