Hanya Hal Ini yang Bikin Fernando Alonso Tergoda Balik ke F1

Rizki Nurmansyah
Hanya Hal Ini yang Bikin Fernando Alonso Tergoda Balik ke F1
Pesta perpisahan Fernando Alonso (topi biru) pada rangkaian balapan F1 Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (25/11/2018). [AFP/Andrej Isakovic]

Fernando Alonso telah memutuskan pensiun dari F1 pada akhir musim ini.

Suara.com - Keputusan Fernando Alonso pensiun dari balapan Formula 1 (F1) pada akhir musim ini mengundang ragam komentar. Salah satunya datang dari mantan bosnya di Renault, Flavio Briatore.

Pria flamboyan asal Italia itu menyebut Alonso bisa saja kembali ke kokpit mobil F1. Hanya saja, kata Briatore, asalkan Alonso ditawari bergabung dengan tim Mercedes atau Ferrari.

"Jika ada tawaran dari Mercedes atau Ferrari, apakah Alonso akan kembali ke F1? Saya kira begitu," tutur Briatore, dikutip dari Sky Sports, Selasa (4/12/2018).

Perpisahan Fernando Alonso (topi biru) bersama timnya McLaren usai balapan F1 Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (25/11/2018). [AFP/Giuseppe Cacace]
Perpisahan Fernando Alonso (topi biru) bersama timnya McLaren usai balapan F1 Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (25/11/2018). [AFP/Giuseppe Cacace]

Briatore mengatakan, hanya Mercedes dan Ferrari yang bisa membuat Alonso tergoda kembali ke lintasan jet darat.

Ini lantaran dua tim tersebut memiliki mobil yang bisa membawa Alonso kembali merengkuh gelar juara dunia.

Di samping itu, kata Briatore, hanya Alonso yang bisa menandingi pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, yang mendominasi balapan F1 dalam tiga musim terakhir, selain driver Ferrari, Sebastian Vettel.

"Hanya ada dua tim yang membuat Alonso kembali ke F1, yakni Mercedes dan Ferrari. Tidak ada tim lain. Tim lain hanya menempatkannya pada posisi keempat, kelima atau keenam," tutur Briatore.

"Dengan talenta yang dimiliki Alonso, Anda harus memberikannya mobil yang tepat. Dan dia masih pebalap terkuat bersama Hamilton," pungkasnya.

Pembalap Formula Satu asal Spanyol, Fernando Alonso, ketika masih membela Ferrari (Shutterstock).
Pebalap F1 asal Spanyol, Fernando Alonso, ketika masih membela Ferrari. [Shutterstock]

Kerja sama antara Flavio Briatore dan Fernando Alonso dimulai pada tahun 2002 hingga 2006 di tim Renault. Pada mulanya, Alonso hanya berstatus pebalap penguji.

Ketika itu, Briatore yang menjadi prinsipal tim Renault, membuat keputusan yang terbilang berani. Dia memutuskan mendepak Jenson Button dan mempromosikan Alonso sebagai pebalap utama pada tahun 2003.

Namun, Briatore tetap keukeuh pada pendiriannya. Dia saat itu mengatakan, "Waktu akan membuktikan apakah saya salah (dengan keputusan mengganti Button dengan Alonso)."

Kolaborasi Briatore dan Alonso mencapai masa gemilangnya pada tahun 2005 dan 2006. Selama dua tahun berturut-turut itu, Alonso meraih gelar juara dunia dan Renault meraih titel konstruktor tim.

Fernando Alonso (kanan) memegang trofi juara dunia F1 2005, ditemani Flavio Briatore yang mewakili tim Renault selaku juara konstruktor. [AFP/Pascal Guyot]
Fernando Alonso (kanan) memegang trofi juara dunia F1 2005, ditemani Flavio Briatore yang mewakili tim Renault selaku juara konstruktor. [AFP/Pascal Guyot]

Seri Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Uni Emirat Arab, 25 November lalu, menjadi balapan terakhir Fernando Alonso di lintasan F1.

Tercatat 18 musim telah dihabiskan pebalap berusia 37 tahun itudi ajang F1, sejak memulai debut pada tahun 2001 bersama tim Minardi.

Selama berkarier di F1, Fernando Alonso telah memenangkan 32 balapan, 97 podium dan dua kali gelar juara dunia.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS