Indonesia Tuan Rumah ATC, Ini Banderol Sepeda Track, Bikin Tepok Jidat

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Indonesia Tuan Rumah ATC, Ini Banderol Sepeda Track, Bikin Tepok Jidat
Timnas Balap Sepeda Indoensia mulai melakukan persiapan penuh jelang Asian Games 2018, dengan menggelar latihan di Jakarta International Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta, Kamis (12/7/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]

"Yang murah dengan paket lengkap, sekitar Rp 80-100 juta," kata Dadang, pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia.

Suara.com - Indonesia tengah mendapat kehormatan menjadi tuan rumah event balap sepeda akbar se-Asia, Asian Track Championship (ATC) 2019.

Ajang yang digelar di Jakarta Internasional Velodrome (VIJ) itu berlangsung pada 8-13 Januari 2019.

Dalam event yang menjadi salah satu kompetisi pengumpul poin Olimpiade 2020 ini, 297 pebalap sepeda top dari 16 negara di Asia turut ambil bagian.

Para pebalap tersebut menggunakan berbagai jenis sepeda track sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan masing-masing.

Namun tahukah bahwa harga sepeda track bisa setara harga satu unit mobil Toyota Avanza baru?

Pelatih Balap Sepeda Timnas Indonesia, Dadang Haris Purnomo membenarkan harga selangit sepeda track.

Dadang membeberkan bahwa para atlet sepeda track profesional biasanya menggunakan sepeda dengan harga di atas Rp 200 juta.

Untuk atlet junior, kata Dadang, harganya berkisar Rp 80-100 juta.

"Yang lebih murah ada. Yang murah kurang lebih dengan paket lengkap, dengan disk wheel sekitar Rp 80-100 juta. itu yang murah untuk atlet junior," beber Dadang saat ditemui usai pembukaan ATC 2019 di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019) malam.

"Kalau atlet balap sepeda level Asia atau Dunia itu di atas Rp 200 juta. (Atlet) Timnas kita ada yang di atas Rp 200 juta (harga sepedanya)," tuturnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS