Thailand Masters: Firman Ungkap Kunci Kemenangannya Atas Sitthikom

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Thailand Masters: Firman Ungkap Kunci Kemenangannya Atas Sitthikom
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik, menjadi pahlawan tim Thomas Indonesia untuk keluar sebagai juara Grup B Piala Thomas 2018 setelah mengalahkan wakil Korsel, Ha Young Woong, 20-22, 21-15, dan 21-12, Rabu (23/5/2018). [Humas PBSI]

Kemenangan pertamanya atas Sitthikom membuat Firman maju ke babak perempat final

Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan wakil Thailand, Thammasin Sitthikom setelah menang di babak kedua Thailand Masters 2019 , Kamis (10/1/2019).

Pada laga tersebut, Firman secara mengejutkan membungkam wakil tuan rumah dalam pertarungan dua gim langsung, dengan skor 21-16, 22-20.

Ini merupakan kemenangan perdana Firman atas tunggal putra peringkat 41 dunia tersebut. Di tiga pertemuan sebelumnya, usaha Firman mengalahkan Sitthikom selalu kandas.

Menurut pebulutangkis 21 tahun tersebut, kunci kemenangannya atas Sitthikom adalah dengan membuang beban saat turun kelapangan.

Meski sebelumnya tak pernah menang dan lawannya kini berstatus sebagai tuan rumah, Firman tak berkecil hati dan yakin jika peluang menang masih terbuka.

"Walaupun sebelumnya kalah dan dia sekarang wakil tuan rumah, tapi saya tidak ada beban untuk pertandingan hari ini. Cuma ya saya mau mengalahkan dia," ujar Firman Abdul Kholik dalam rilis yang diterima Suara.com, Kamis (10/1/2019).

Firman menuturkan jika kondisi lapangan di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, cukup menguntungkannya. Shuttlecock yang lambat membuatnya berani menerapkan strategi reli.

"Saya sudah waspada dengan kebiasaan lawan, setelah saya terima servis, dia selalu ingin cepat-cepat mematikan. Tadi saya sudah lebih siap," kata Firman soal pertandingan.

"Saya juga lebih berani untuk bermain reli dan jarang bermain net, karena laju bolanya lambat. Sehingga lebih menguntungkan untuk bermain reli," imbuhnya.

Hasil ini membuat Firman berhak melaju ke babak perempat final. Dalam perebutan tiket babak semifinal, pebulutangkis bertangan kidal ini sudah ditunggu wakil Cina unggulan kedelapan turnamen, Lu Guangzu.

Sementara dari sektor tunggal putri, Fitriani berhasil membuat kejutan. Bertanding menghadapi wakil tuan rumah unggulan pertama, Nitchaon Jindapol, Fitriani menang dengan skor 21-10, 17-21, 21-16.

Namun, keberhasilan Fitriani gagal diikuti tunggal putri lainnya yakni Ruselli Hartawan. Ruselli harus mengakui keunggulan Busanan Ongbumrungphan (Thailand), dengan skor 14-21, 9-21.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS