Pasca Amputasi Kaki, Ini Harapan Istri Soal Transisi Karier M. Fadli

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Pasca Amputasi Kaki, Ini Harapan Istri Soal Transisi Karier M. Fadli
Atlet Indonesia Muhammad Fadli Immamuddin memacu kecepatannya pada sesi perebutan medali perunggu balap sepeda trek putra beregu klasifikasi C1-C5 Asian Para Games 2018 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Kamis (11/10). [Antara/Aprillio Akbar]

"Saya lihat dari Fadli itu orangnya fighting banget," ujar Asty, istri M. Fadli.

Suara.com - Pebalap paracyling andalan Indonesia, Muhammad Fadli Imammuddin sukses meraih medali emas dan perak di Asian Track Championship ( ATC ) 2019. Medali emas didapat M. Fadli dari nomor meter individual pursuit putra klasifikasi C4-C5.

Bertanding di Jakarta Internasional Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur, mantan pebalap motor nasional itu menjadi yang tercepat usai mencatatkan waktu 4 menit 59,601 detik.

Hasil itu melanjutkan sukses M. Fadli setelah sebelumnya merah medali emas Asian Para Games 2019.

Sementara, medali perak diraih M. Fadli di nomor team sprint 750 meter C1-C5.

M. Fadli Imammudin menggigit medali emas usai menjuarai final nomor individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Fadli berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu (setelah difaktorkan) empat menit 56,965 detik menyingkirkan pembalap sepeda Iran Mahdi Mohammadi dengan catatan waktu lima menit 23,920 detik. ANTARA FOTO/Aditya ES Wicaksono
M. Fadli Imammudin menggigit medali emas usai menjuarai final nomor individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis (10/1/2019). [Antara/Aditya ES Wicaksono]

Prestasi itu seakan membuktikan bahwa transisi karier M. Fadli dari seorang pebalap motor profesional, menjadi pebalap sepeda disabilitas membuahkan hasil.

Perjuangannya memulihkan trauma pasca kecelakaan horor di Sirkuit Sentul, Bogor, 2015 silam tak sia-sia.

Pasca amputasi kaki kiri dari lutut hingga telapak, Fadli terbukti tetap bisa mempersembahkan prestasi bagi Indonesia.

Pembalap nasional M. Fadli Imanuddin. (Sumber: Facebook)
Pembalap nasional M. Fadli Imammuddin. (Sumber: Facebook)

Kemenangan M. Fadli disambut suka cita sang istri, Diah Asri Astyavi, yang turut menyaksikan langsung perjuangan M. Fadli di Asian Track Championship 2019.

"Senang, bersyukur, ternyata kerja keras dia menghasilkan sesuatu yang baik untuk dia, saya dan keluarga. Happy banget, bersyukur," ujar Astyavi saat ditemui di JIV, beberapa waktu lalu.

Menurut Asty presatsi di kancah Asia menjadi bukti jika M. Fadli merupakan seorang petarung sejati.

Diah Asri Astyavi turut menyaksikan sang suami, M. Fadli di Asian Track Championship (ATC) 2019. [Suara.com/Arief Apriadi]
Diah Asri Astyavi turut menyaksikan sang suami, M. Fadli di Asian Track Championship (ATC) 2019. [Suara.com/Arief Apriadi]

Pasca kecelakaan yang merenggut kaki kirinya, atlet 34 tahun itu dinilai Asty punya semangat juang untuk bangkit.

"Ya, hidup terus berjalan. Dia punya anak, memang butuh contoh sosok ayah. Mungkin Ali, anak saya, melihat ayahnya dulu pebalap, dan hal-hal seeprti itu yang jangan sampai hilang," ujar Asty.

"Alhamdulillah, yang saya lihat dari Fadli itu orangnya fighting banget. Dia dari balap motor enggak pernah diam. Dia selalu suka banget dengan kompetisi seperti ini."

"Kebetulan setelah kecelakaan yang bisa dia lakukan di rumah cuma sepeda. Jadi dia coba sepeda, ternyata dia mampu, dia bisa dan yasudah dia lakukan," imbuhnya.

M. Fadli Imammudin berlaga di final nomor individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Fadli berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu (setelah difaktorkan) empat menit 56,965 detik menyingkirkan pembalap sepeda Iran Mahdi Mohammadi dengan catatan waktu lima menit 23,920 detik. ANTARA FOTO/Aditya ES Wicaksono
M. Fadli Imammudin berlaga di final nomor individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis (10/1/2019). [Antara/Aditya ES Wicaksono]

Asty berharap, kesuksesan transisi karier tak mengubah sosok M. Fadli yang disebutnya ramah dan rendah hati.

Dirinya juga berharap M. Fadli bisa mengejar mimpinya tampil di Paralimpiade 2020 Tokyo.

"Dia harus tetap jadi Fadli yang saya kenal dulu, rendah hati, jangan lupa salat, tetap sukses. Jadi harapan saya dengan segala apa yang sudah dia lakukan dan kerjakan, dia bisa kerja keras mengejar impiannya di (Paralimpiade) 2020 Tokyo," tukasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS