Profil Nurfendi, Atlet Peraih Medali Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Rabu, 21 Januari 2026 | 21:05 WIB
Profil Nurfendi, Atlet Peraih Medali Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Keberhasilan atlet asal DIY, Nurfendi, mempersembahkan medali emas pertama untuk kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2025 merupakan buah dari keputusan penting. Ternyata, cabang olahraga para balap sepeda baru dijalaninya delapan tahun terakhir. [Dok NPC Indonesia]
Baca 10 detik
  • Nurfendi meraih emas pertama Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand, Rabu (21/1/2026), nomor men's individual time trial kategori B.
  • Atlet DIY ini baru menekuni para balap sepeda sejak 2018, setelah sebelumnya berkompetisi di cabang olahraga atletik.
  • Pasangan tandem Nurfendi/Mufti membalikkan hasil sebelumnya, unggul 10 detik dari unggulan Thailand dalam balapan tersebut.

Suara.com - Keberhasilan atlet asal DIY, Nurfendi, mempersembahkan medali emas pertama untuk kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2025 merupakan buah dari keputusan penting. Ternyata, cabang olahraga para balap sepeda baru dijalaninya delapan tahun terakhir.

Ya, tangis haru pecah di kawasan Suranaree University of Technology Thailand, Rabu (21/1/2026) pagi, setelah Nurfendi menjadi yang tercepat ketika turun di nomor men's individual time trial kategori B.

Nurfendi yang mengayuh sepeda dengan Mufti Fadilah Salma sebagai pilot, sejatinya tak diunggulkan untuk meraih medali emas. Bahkan, Nurfendi berangkat ke Thailand dengan target raihan medali perak.

Target tersebut tak dibuat asal-asalan. Berdasarkan hasil kejuaraan pada bulan Desember 2025 lalu, pasangan tandem Nurfendi/Mufti memang kalah dari atlet tandem andalan Thailand, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada.

Namun, hanya sebulan setelah kekalahan tersebut, Nurfendi/Mufti bisa menghadirkan senyum bagi kontingen Indonesia.

Dari yang awalnya kalah selisih 10 detik, Nurfendi/Mufti bisa menyelesaikan balapan sejauh 31,2 kilometer dengan catatan waktu 41 menit 59,763 detik, unggul 10 detik dari Surachai/Jetsada.

Raihan membanggakan ini tentu saja tak datang begitu saja. Ada perjuangan keras yang dilakukan secara konsisten dan disiplin. Yang tak kalah penting, Nurfendi bisa bangkit setelah tak bersinar di cabor para atletik yang awalnya jadi pilihan.

"Awal saya bergabung ke NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut di atletik dulu. Namun setelah berjalannya waktu, saya mulai gabung di para balap sepeda tahun 2018," kata Nurfendi, Rabu (21/1/2026).

"Dari situ, saya punya impian untuk berprestasi lebih tinggi karena di atletik saya stuck di situ-situ saja. Setelah masuk ke para balap sepeda, saya merasa suasana hati dan kondisi fisik kelihatannya bisa untuk lebih baik di cabor ini," lanjutnya.

Baca Juga: Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok

Kegigihan Nurfendi ketika menjadi atlet sejatinya sudah tercermin dari perjalanannya ketika masih remaja. Keterbatasan fisik yang dialaminya tak ingin dijadikan sebagai alasan untuk hanya bergantung kepada keluarga.

"Saya tidak pernah bermimpi (seperti sekarang). Awal mengenal masuk ke sekolah luar biasa itu hanya berpikirnya untuk bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua, seperti itu," ujar Nurfendi dengan nada penuh haru.

Kini, Nurfendi bisa berdiri tegak ketika bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia pun kembali mengingat tentang banyaknya sosok-sosok yang mendukungnya selama menjadi atlet.

"Kemenangan ini saya persembahkan, yang pertama tentunya untuk Bangsa Indonesia, yang kedua untuk NPC Indonesia, dan yang ketiga untuk keluarga dan para pelatih," kata Nurfendi.

Nurfendi mengatakan, pertandingan di Nakhon Ratchashima ini tak dijalani dengan mudah. Ia mengaku sempat merasakan ketegangan pada kilometer awal. Namun dengan arahan tim pelatih serta motivasi sang tandem, Mufti Fadilah, medali emas pun berhasil diraih.

"Awal start sempat merasakan ketegangan yang sangat luar biasa. Tetapi setelah berjalannya satu lap, dua lap, ketegangan itu bisa hilang karena melihat atau mendengar gap waktu dari para coach, akhirnya bisa lebih rileks," ungkap peraih medali perak di ajang Asian Para Games 2022 ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI