Mentalitas Fajar / Rian Belum Setara The Minions

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Mentalitas Fajar / Rian Belum Setara The Minions
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, melaju ke final Indonesia Open 2018 usai mengalahkan kompatriotnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. The Minions—julukan Kevin/Marcus—akan menghadapi Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan) di final, Minggu (8/7) besok. [Humas PBSI]

"Memang Fajar/Rian perlu peningkatan di fighting spirit-nya," ujar Aryono.

Suara.com - Asisten Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI , Aryono Miranat, menyebut Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto harus lebih giat menempa mental.

Hal itu demi bisa menyamai atau bahkan melampaui rekan sepelatnasnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon .

Pernyataan Aryono merujuk pada hasil laga perempat final Indonesia Masters 2019 yang mempertemukan Fajar/Rian dan Kevin/Marcus.

Saat itu Fajar/Rian harus terhenti usai kalah dalam pertarungan sengit, dengan skor 21-18, 17-21 dan 19-21.

Pertandingan itu disebut Aryono mirip-mirip dengan laga final Asian Games 2018 kala Fajar/Rian mampu tampil luar biasa sebelum akhinya kalah dari Kevin/Marcus, akibat kehilangan angka di poin-poin kritis.

Pebulutangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berusaha mengembalikan kok ke arah pebulutangkis ganda putra China Taipei Lee-Hue/Yang Po-Hsuan saat pertandingan babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berusaha mengembalikan kok ke arah pebulutangkis ganda putra China Taipei Lee-Hue/Yang Po-Hsuan saat pertandingan babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Saat itu Aryono menilai Fajar/Rian punya peluang besar untuk menang atas The Minions —julukan Kevin/Marcus—saat memenangi game pertama 21-13.

Namun, kelengahan khususnya dipoin-poin kritis, membuat mereka akhirnya takluk dengan skor ketat 18-21 dan 22-24.

"Memang Fajar/Rian perlu peningkatan di fighting spirit-nya," ujar Aryono Miranat saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019).

Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, ditemui usai memantau latihan anak asuhnya di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, ditemui usai memantau latihan anak asuhnya di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Fajar/Rian sendiri punya tekad besar di tahun 2019. Peraih medali perak Asian Games 2018 tersebut ingin masuk peringkat empat besar dunia.

Aryono menganggap target tersebut tentunya sangat mungkin untuk direalisasikan.

Hanya saja, Fajar/Rian disebutnya harus lebih dahulu mematangkan mental di dalam maupun luar lapangan.

"Mereka memang perlu kematangan. Matang bisa dalam dan luar lapangan. Nah ini di dalam lapangan dia harus bisa lebih matang lagi, fokus dan tenang," papar Aryono.

"Justru secara teknik Fajar/Rian tak masalah. Ya itu tadi secara non teknis, seperti mental, ketenangan, kontrol dan fokusnya," tukasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS