Undian All England 2019 Untungkan Ganda Putra Indonesia?

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Undian All England 2019 Untungkan Ganda Putra Indonesia?
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, melaju ke semifinal Cina Open 2018. The Minions—julukan Kevin/Marcus—usai memenangi derby atas Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama dengan skor 21-13 dan 21-12, Jumat (21/9). [Humas PBSI]

"Strategi tujuan akhirnya tidak hanya All England, tapi Olimpiade," kata Pelatih Ganda Putra Pelatnas, Herry IP.

Suara.com - Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi menilai, hasil undian sektor ganda putra di All England 2019 cukup menguntungkan Indonesia.

Pasalnya, meski empat dari lima pasangan mendapat tempat di pool atas, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan tak langsung berbentrokan di babak pertama.

Hal itu disebut Herry akan memperbesar kans wakil Merah Putih untuk menjajal level wakil negara lain, disamping tetap bertujuan melangkah sejauh mungkin.

"Menurut saya ini lebih baik ketimbang undian Indonesia Masters 2019 kemarin. Waktu itu babak pertama sampai delapan besar ketemu (kompatriot sendiri), ini (undian All England 2019) lebih baik," ujar Herry Iman Pierngadi beberapa waktu lalu.

Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi (tengah), memeluk pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. [Humas PBSI]
Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi (tengah), memeluk pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. [Humas PBSI]

Sebagai informasi, empat pasang ganda putra Indonesia yang berada di pool atas adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso.

Sementara satu-satunya wakil ganda putra Merah Putih yang berada di pool bawah adalah pasangan gaek yang kini berkarier di jalur independen atau non-Pelatnas, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Kevin/Marcus yang menjadi unggulan pertama berpotensi bentrok dengan Wahyu/Ade di babak perempat final.

Itu pun jika kedua pasangan mampu melewati babak pertama dan kedua. Skema itu juga berlaku bagu Fajar/Rian dan Berry/Hardianto.

Herry Iman Pierngadi menjelaskan jika hasil undian kali ini membuat ganda putra Indonesia bisa mencoba simulasi Olimpiade 2020.

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, kalah dari Chen Hung-Ling/Wang Chi-Lin (Cina Taipei), dengan skor 21-13, 18-21 dan 14-21 di laga terakhir Grup B BWF World Tour Finals 2018, Jumat (14/12/2018). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, kalah dari Chen Hung-Ling/Wang Chi-Lin (Cina Taipei), dengan skor 21-13, 18-21 dan 14-21 di laga terakhir Grup B BWF World Tour Finals 2018, Jumat (14/12/2018). [Humas PBSI]

Sebab, sebelum berpotensi bentrok di perempat final, para pemain akan lebih dulu menjajal kekuatan wakil ganda putra negara lain.

"Tetap, bagi saya (hasil undian ini) untuk melihat-lihat kekuatan lawan. Kan strategi tujuan akhirnya tidak hanya All England, tapi Olimpiade. Ini bisa disebut untuk uji cobalah. Kalau untuk Kevin/Marcus bukan dicoba ya, tapi juara. Nah kita sisanya kan ada empat pasang lagi," tukas Herry Iman Pierngadi.

All England 2019 bakal berlangsung pada 6-10 Maret mendatang. Turnamen bulutangkis tertua di dunia itu akan digelar di Arena Birmingham, Inggris.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS