Evaluasi Tong Yun Kai Cup 2019, Susy Susanti Soroti Fokus Pemain

Minggu, 24 Maret 2019 | 22:20 WIB
Evaluasi Tong Yun Kai Cup 2019, Susy Susanti Soroti Fokus Pemain
Tim Indonesia harus puas meraih medali perunggu di Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) atau Tong Yun Kai Cup 2019, usai kalah 0-3 dari Jepang di Queen Elizabeth Statium, Hong Kong, Sabtu (23/3/2019). [Dok. PBSI]

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, menyoroti fokus para pemain setelah tim Indonesia hanya berhasil mencapai babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) atau Tong Yun Kai Cup 2019.

Indonesia harus terhenti di babak semifinal setelah kalah telak 0-3 dari Jepang. Hasil itu membuat skuat Merah-Putih harus puas hanya meraih medali perunggu.

Meski menjadi semifinalis sudah sesuai target PBSI, Susy yang juga menjabat sebagai tim manajer, merasa masih kurang puas dengan performa beberapa pemain. Mereka dinilai masih tak konsisten perihal fokus dan kurang jeli mengatur tempo permainan.

"Saya melihat ada beberapa hal yang masih harus ditambah dan dilatih lagi. Dari daya tahan, pola main, fokus itu yang paling penting," ucap Susy Susanti dalam rilis yang diterima Suara.com, Minggu (24/3/2019).

"Banyak sekali kejadian ketika pemain kami sudah leading, tapi malah lengah karena hilang fokus dan konsentrasi," sambung legenda bulutangkis Tanah Air tersebut.

Indonesia kalah 0-3 atas Jepang setelah tiga wakil yang diturunkan, yakni Sabar Karyaman Gutama / Frengky Wijaya Putra, Ruselli Hartawan maupun Shesar Hiren Rhustavito gagal tampil maksimal.

Mereka sama-sama tak mampu meredam kekuatan wakil-wakil Jepang yang sejatinya juga dimotori para pemain pelapis.

Pasangan Sabar / Frengky kalah dari Takuro Hoki / Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21. Sementara Russeli ditekuk Sayaka Takahashi 15-21, 15-21. Sedangkan Shesar dibenamkan Kanta Tsuneyama, 21-15, 17-21, dan 16-21.

“Contohnya kemarin pasangan ganda putra, beberapa kali servis nyangkut. Kan itu nggak boleh. Atau pemain yang sudah tahu kalau main cepet-cepetan bakal kalah, maka harus dipelankan," keluh Susy.

Baca Juga: Tong Yun Kai Cup 2019: Takluk Rubber Game, Shesar Sempat Blank

"Nah, kadang-kadang pola-pola seperti itu mereka masih belum cepat tanggap. Banyak pembelajaran buat para atlet yang main di sini, yang mungkin juga baru pertama kali main beregu," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, di Tong Yun Kai Cup 2019 Indonesia memang lebih banyak menurunkan para pemain muda atau pelapis. Hanya ada nama ganda putra Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto yang bisa dibilang cukup mumpuni.

Fajar / Rian sendiri secara mengejutkan tak dimainkan dalam laga semifinal menghadapi Jepang. Saat itu Susy berpendapat bahwa kondisi kedua pemain tak ideal untuk memainkan laga.

Hasil ini membuat Indonesia kembali mengulang pencapaian di Tong Yun Kai Cup dua tahun lalu. Saat itu Indonesia juga terhenti di semifinal oleh Jepang, namun dengan skor ketat 2-3.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI