Fajar / Rian Absen di Semifinal, Herry: Baterai Mereka Sudah Habis

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Fajar / Rian Absen di Semifinal, Herry: Baterai Mereka Sudah Habis
Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyumbang poin perdana bagi Indonesia usai mengalahkan, Loh Kean Hean/Toh Han Zhou (Singapura), dalam babak perempat final Tong Yun Kai Cup 2019, Jumat (22/3). [Humas PBSI]

Usai merengkuh gelar di Swiss Open 2019, Fajar/Rian langsung mengikuti turnamen Tong Yun Kai Cup 2019.

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak masuk dalam daftar susunan tim saat Indonesia takluk 0-3 dari Jepang di semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, Sabtu (23/3).

Herry Iman Pierngadi selaku pelatih ganda putra pelatnas PBSI, mengungkapkan faktor utama penyebab Fajar/Rian absen di turnamen yang juga dikenal dengan nama Tong Yun Kai Cup 2019 tersebut.

Menurut pelatih berjuluk Coach Naga Api itu, tenaga Fajar/Rian sudah habis terkuras kala memainkan laga di babak perempat final Tong Yun Kai Cup 2019 menghadapi Singapura.

Hal itu, kata Herry, merupakan efek dari rentetan turnamen Eropa yang sebelumnya diikuti Fajar/Rian.

"Sekarang saya tanya. Kira-kira, main di All England sampai semifinal, main di Swiss Open sampai juara, dari dataran Eropa langsung turun ke Asia, akan ada jet leg atau tidak?" kata Herry Iman Pierngadi saat dihubungi Suara.com, Selasa (26/3/2019).

Herry IP yang dijuluki Coach Naga Api mengapresiasi prestasi anak didiknya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, menjuarai Swiss Open 2019. [Instagram@herry_ip]
Herry IP yang dijuluki Coach Naga Api mengapresiasi prestasi anak didiknya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, menjuarai Swiss Open 2019. [Instagram@herry_ip]

Herry Iman Pierngadi yang memantau Fajar/Rian dari Pelatnas PBSI, menyebut anak latihnya itu sudah kehabisan tenaga.

Keduanya sudah mencapai batas sehingga harus buru-buru diistirahatkan.

"Bukan hanya cuacanya saja yang beda, tapi jet leg-nya itu. Mereka capek, 'baterai' Fajar/Rian sudah habis," papar Herry.

"Mereka main dua kali saja sudah tidak kuat, mereka sudah tak tahan. Pemain kan ada limitnya, mereka main tiga minggu beruntun," tukasnya.

Usai merengkuh gelar di Swiss Open 2019, Fajar/Rian memang langsung bergabung dengan Tim Indonesia ke Hong Kong untuk mengikuti turnamen Tong Yun Kai Cup 2019.

Pasangan ganda putra peringkat delapan dunia itu sempat memainkan dua laga di Tong Yun Kai Cup 2019.

Laga pertama dimainkan Fajar/Rian menghadapi Tinn Isriyanet/Tanupat Viriyagkura (Thailand) di babak penyisihan Grup C.

Sementara yang kedua kala menghadapi Loh Kean Hean/Han Zhuo Toh (Singapura) di perempat final Tong Yun Kai Cup 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS