Garang di Lintasan, Zohri Ternyata Gaptek soal Komputer

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Garang di Lintasan, Zohri Ternyata Gaptek soal Komputer
Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (tengah) berlari memacu langkahnya ke garis finis pada kualifikasi nomor lari 100 m putra grup C Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8). [Antara/INASGOC/M Agung Rajasa]

"Jadi pertama saat ujian saya panggil pengawas dan gurunya, baru di situ saya tahu (cara pakai komputer)," ujar Zohri.

Suara.com - Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah berakhir beberapa waktu lalu, meninggalkan kisah lucu bagi sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri.

Zohri yang terkenal garang di atas lintasan atletik, nyatanya kebingungan saat dihadapkan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tersebut.

Lalu Muhammad Zohri bukannya bingung karena tak bisa mengisi soal ujian. Namun, karena gagap teknologi alias gaptek.

Akibatnya peraih medali emas nomor 100 meter Kejuaraan Dunia U-20 IAAF 2018 itu panik bukan kepalang.

Sprinter kelahiran 1 Juli 2000 itu mengaku, sebelumnya seumur hidup belum pernah menggunakan alat yang bernama komputer.

Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Pas saat ujian nasional lah Zohri pertama kali dipertemukan dengan teknologi yang sejatinya sudah jamak di era globalisasi saat ini tersebut.

"Sebelumnya kan saya ikut simulasi pertama. Itu pakai komputer dan saya tidak bisa. Jadi pertama saat ujian saya panggil pengawas dan gurunya, baru di situ saya tahu (cara pakai komputer)," ujar Zohri saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

"Itu jadi pengalaman saya, itu mungkin pertama kalinya saya pegang komputer," sambungnya disusul tawa.

Lebih jauh, Zohri mengatakan jika diberi pilihan, dirinya lebih suka berlatih dan bertanding di atas lintasan atletik, ketimbang belajar dan mengisi berbagai soal di dalam ruang kelas.

"Ya saya sih lebih suka latihan dan berada di lapangan lah. Waktu saya juga tidak ada buat sekolah, tapi untuk pertandingan dan event mendatang," tukasnya.

Lalu Muhammad Zohri merupakan pelajar SMA Negeri 2 Mataram. Namun, karena keterbatasan waktu usai mengikuti 1st Malaysia Open Grand Prix 2019, dia harus menjalani ujian nasional di SMA 116 Olahraga Ragunan, Jakarta.

Beruntung perjuangan Zohri di 1st Malaysia Open Grand Prix 2019 berbuah manis.

Sprinter asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berhasil meraih medali emas di nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 10,20 detik.

Kini Zohri dan sembilan atlet PB PASI lainnya tengah bersiap untuk berlaga di Kejuaraan Asia Atletik 2019.

Event yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi pertama menuju Olimpiade 2020 Tokyo itu akan berlangsung di Doha, Qatar pada 21-24 April mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS