Array

Fitriani Tak Keberatan dengan Metode Latihan Keras ala Rionny Mainaky

Minggu, 02 Juni 2019 | 17:05 WIB
Fitriani Tak Keberatan dengan Metode Latihan Keras ala Rionny Mainaky
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menang atas Line Hojmark Kjaersfekdt (Denmark) di babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Kedatangan Rionny Mainaky mengisi jataban pelatih kepala tunggal putri PBSI membuat metode latihan Fitriani cs mengalami banyak perubahan.

Salah satu metode yang diperkenalkan Rionny adalah perihal latihan tambahan bagi anak latihnya selepas menjalani laga disuatu turnamen.

Metode itu dibawa Rionny sejak melatih Timnas Bulutangkis Jepang sejak 2010 silam dan langsung diterapkannya sejak awal mendampingi Fitriani dan kolega di Malaysia Open 2019.

Pemain yang kebetulan memainkan laga kurang dari setengah jam, entah hasilnya menang maupun kalah, dalam metode Rionny, harus menjalani latihan tambahan berdurasi sekitar satu jam.

Fitriani awalnya mengaku heran dengan metode latihan yang diterapkan Rionny.

Namun dirinya mulai terbiasa dan menganggap hal itu sebagai suatu yang positif dan akan membantunya tampil lebih baik.

"Itu mungkin kebiasaan coach Rionny di Jepang. Saat saya kalah dari Sung Ji Hyun (Korea Selatan), dia bilang kamu cuma main sekitar 30 menit, langsung latihan lagi ya di belakang satu jam," ujar Fitriani di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Efeknya mungkin pengap ya, tapi setelah itu (kondisi tubuh) bisa langsung balik lagi," sambungnya.

Baca Juga: Pelatih: Manny Pacquiao Bisa Pukul KO Keith Thurman

Selain untuk meningkatkan kondisi fisik, metode latihan yang diterapkan Rionny disebut Fitriani juga turut memperhatikan aspek teknik.

Pelatih anyar sektor tunggal putri Indonesia, Rionny Mainaky. [Dok. PBSI]
Pelatih anyar sektor tunggal putri Indonesia, Rionny Mainaky. [Dok. PBSI]

Apa yang kurang dipertandingan, akan langsung dipraktekan di lapangan latihan.

"Coach Rionny bilang kita memang harus biasakan seperti di Jepang. Kalau main kurang dari 30 menit, mau menang atau kalah harus latihan lagi," tutur juara Thailand Masters 2019.

"Kalau main di atas 40 menit sampai satu jam sih tidak (disuruh latihan tambahan). Kalau kurang, harus latihan lagi. Itu untuk evaluasi agar besoknya bisa lebih baik," pungkas Fitriani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI