Jalan Terjal Tunggal Putri, Gregoria Dinilai Paling Punya Peluang

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Jalan Terjal Tunggal Putri, Gregoria Dinilai Paling Punya Peluang
Pebulutangkis tunggal putri Pelatnas PBSI, Gregoria Mariska Tunjung, melawan unggulan pertama, Chen Yufei di Kejuaraan Aisa, Kamis (25/4/2019). [Humas PBSI]

Dinilai berpeluang paling besar, Gregoria Mariska Tunjung diimbau mesti kerja keras.

Suara.com - Sektor tunggal putri Indonesia harus sudah bertemu lawan-lawan tangguh di babak pertama Indonesia Open 2019. Secara peringkat dunia dan calon lawan, Gregoria Mariska Tunjung dinilai paling punya peluang untuk melangkah lebih jauh.

Konfrensi pers Indonesia Open 2018 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat pada Senin (14/5/2018) [Suara.com/Arief Apriadi]
Konferensi pers Indonesia Open 2018 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat pada Senin (14/5/2018). Sebagai ilustrasi kejuaraan Indonesia Open tahun lalu [Suara.com/Arief Apriadi]

Indonesia menurunkan empat tunggal putri di ajang BWF World Tour Super 1000 ini. Selain Gregoria Mariska Tunjung, terdapat Ruselli Hartawan, Fitriani, serta satu pebulutangkis non-pelatnas, Lyanny Alessandra Mainaky.

Dari keempat pemain, Ruselli dan Fitriani sudah harus bertemu wakil unggulan. Ruselli ditantang tunggal Thailand Ratchanok Intanon (unggulan ketujuh), sedangkan Fitriani akan menghadapi Chen Yufei (China, unggulan kedua).

Sedangkan Gregoria Mariska Tunjung sebagai tunggal putri Indonesia dengan peringkat terbaik, menempati ranking ke-13 dunia, bakal menjajal kekuatan Pompawee Chochuwong (Thailand) di laga pertama.

"Jadi, Gregoria yang kami lihat masih ada kesempatan karena akan bertemu Pornpanwee dari Thailand," ujar Susy Susanti saat konferensi pers Indonesia Open 2019 di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Peluang terbesarnya ada padanya. Tinggal Gregoria mau kerja keras untuk mencapai itu atau tidak," sambung Susy Susanti.

Melihat hasil pengundian sektor tunggal putri, Susy Susanti sendiri tak menampik jika wakil Indonesia harus bekerja keras untuk bisa melaju jauh. Meski begitu, peraih medali Olimpiade 1992 itu tetap berharap ada kejutan.

"Terus terang untuk tunggal putri, kami akui harus kerja keras. Ruselli akan bertemu Ratchanok. Memang secara level kalah kelas tapi kami berharap ada perlawanan, kejutan," jelas Susy Susanti.

"Lalu Fitriani akan bertemu Yu Fei, unggulan kedua. Ini harus kami terima karena kalau ranking kita di atas (di luar, Red) 10 besar, maka otomatis akan bertemu unggulan-unggulan," pungkasnya.

Indonesia Open 2019 akan berlangsung di Istora Senayan, pada 16-21 Juli 2019. Turnamen berhadiah sekitar Rp 17 miliar ini, akan menjadi salah satu ajang pengumpulan poin kualifikasi menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS