Ini Teknologi yang Bikin Marquez Selamat dari Cedera Parah di Thailand

Rizki Nurmansyah
Ini Teknologi yang Bikin Marquez Selamat dari Cedera Parah di Thailand
Marc Marquez saat mengalami highside di Sirkuit Buriram, Thailand, pada sesi latihan bebas pertama. (Twitter/@marcmarquez93)

"Itu kecelakaan yang aneh karena aku baru saja keluar dari box (pit) untuk menjalani out lap," kata Marquez.

Suara.com - Dua hari sebelum meraih gelar juara dunia ke-8, Marc Marquez diketahui sempat mengalami kecelakaan parah saat mengikuti sesi latihan bebas pertama MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Jumat (4/10/2019).

Pebalap asal Spanyol itu kehilangan kendali motornya di Tikungan 7 hingga terpelanting dan terjatuh keras di trek.

Marquez meringkuk di gravel dan sempat tak bisa bernapas sebelum dilarikan ke pusat medis dan rumah sakit setempat untuk dilakukan pemindaian.

"Itu kecelakaan yang aneh karena aku baru saja keluar dari box (pit) untuk menjalani out lap. Mungkin bannya belum siap atau mungkin aku berada di area kotor," kata Marquez seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Rabu (9/10/2019).

Marquez terselamatkan dari cedera parah karena teknologi baju balap yang didesain khusus yang melindunginya ketika mengalami kecelakaan parah.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengangkat bola biliar raksasa berangka delapan simbol juara dunia kedelapan yang diraihnya pada MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (6/10/2019). [AFP/Lillian Suwanrumpha]
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengangkat bola biliar raksasa berangka delapan simbol juara dunia kedelapan yang diraihnya pada MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (6/10/2019). [AFP/Lillian Suwanrumpha]

Alpinestar, perusahaan yang menyediakan perlengkapan balap Marquez, pada Selasa (8/10/2019), merilis data analisa kecelakaan yang menimpa pebalap Repsol Honda itu.

Terdapat jarak dua detik antara momen Marquez kehilangan kendali motor RC213Vnya dan benturan yang ia alami.

"Airbag yang berada di baju balapnya terkembang 0,585 detik sebelum tubuh Marquez menyentuh aspal," demikian pernyataan pihak Alpinestar lewat akun Twitter resminya.

Dalam benturan pertama dengan aspal, sensor yang ada di bagian bahu kiri menunjukkan gaya gravitasi sebesar 26,14G.

Namun, benturan itu masih tak sekuat yang dialami Loriz Baz ketika dia terjatuh di sesi uji di Sepang pada 2016. Pebalap asal Prancis itu mengalami benturan 29,9G.

Sebagai gambaran, bola golf mengalami benturan sekuat 19G ketika club yang diayunkan pegolf mengenainya. Kemudian mobil yang mengalami tabrakan ketika melaju dengan kecepatan 64kpj mengalami benturan 35G.

Bisa dikatakan benturan yang dialami Marquez itu besar.

Berkat teknologi keamanan airbag yang telah menjadi standar di baju balapan MotoGP, Marquez mampu menyintasi salah satu kecelakaan terparahnya tanpa terluka.

Dua hari setelah itu, Marquez mengalahkan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di MotoGP Thailand dan merayakan gelar juara dunia ke-8 dalam kariernya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS