Tinju Dunia: Daftar Raja KO, Salah Satunya Tewas Gantung Diri

Rizki Nurmansyah
Tinju Dunia: Daftar Raja KO, Salah Satunya Tewas Gantung Diri
Juara dunia kelas bulu super WBA, Edwin Valero (tengah), merayakan kemenangan KO atas penantangnya Takehiro Shimada dalam duel di Tokyo, Jepang, Sabtu (12/6/2008). [AFP/Toru Yamanaka]

Dalam sejarah tinju dunia, baru ada dua petinju yang menyandang status Raja KO.

Suara.com - Bicara mengenai 'Raja KO' dalam sejarah tinju dunia, maka baru ada dua petinju yang menyandang status tersebut. Pertama, Edwin Valero yang tewas gantung diri pada tahun 2010 silam.

Valero lahir di Bolero Alto, Merida, Venezuela, 3 Desember 1981. Dalam karier profesionalnya, ia telah melakoni 27 pertarungan tanpa sekalipun kalah.

Luar biasanya, semua kemenangan itu diraih Valero lewat kemenangan knockout alias KO.

Sejarah mencatat, Edwin Valero menyandang status juara dunia tinju di dua kelas berbeda, yaitu kelas bulu super WBA dan ringan WBC.

Kemenangan TKO ronde kesembilan atas Antonio DeMarco pada 6 Februari 2010 jadi pertarungan profesional terakhirnya.

Sebab, pada 19 April 2010, Edwin Valero ditemukan tewas gantung diri di sel penjara yang ditempatinya.

Mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez (kiri) tengah bercanda dengan Si Raja KO dari Venezuela, Edwin Valero. [AFP/Presidencia]
Mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez (kiri) tengah bercanda dengan Si Raja KO dari Venezuela, Edwin Valero. [AFP/Presidencia]

Ia dijebloskan ke penjara lantaran sehari sebelumnya diketahui telah membunuh istrinya, Jennifer Carolina Viera de Valero.

Pembunuhan itu terjadi di sebuah hotel di Valencia, Venezuela. Pada tubuh wanita malang berusia 24 tahun itu ditemukan tiga luka tusukan.

Kepada petugas keamanan hotel dan polisi, Edwin Valero mengakui telah membunuh istrinya.

Secara resmi, petinju kidal itu dinyatakan tewas gantung diri pada 19 April 2010 dini hari pukul 1.30 waktu setempat.

Petinju Muslim

Status 'Raja KO' berikutnya disandang oleh petinju kelas berat ringan Rusia, Artur Beterbiev.

Sebelum terjun ke kancah profesional pada 2013, petinju Muslim ini merupakan peraih medali emas kelas berat ringan Kejuaraan Tinju Dunia 2009 di Milan, Italia.

Debutnya di level profesional berlangsung pada 8 Juni 2013. Saat itu, Beterbiev hanya butuh dua ronde untuk menghempaskan petinju Amerika Serikat, Christian Cruz, lewat kemenangan TKO.

Setelahnya, Beterbiev tercatat 13 kali naik ring, dan belum sekalipun kalah. Semua kemenangannya diraih lewat KO.

Petinju kelas berat ringan Rusia, Artur Beterbiev, saat meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Tinju 2009. [AFP/Alberto Pizzoli]
Petinju kelas berat ringan Rusia, Artur Beterbiev, saat meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Tinju 2009. [AFP/Alberto Pizzoli]

Hari ini, Sabtu (18/10/2019), status Raja KO Beterbiev kembali akan diuji saat ia menghadapi petinju Ukraina, Oleksandr Gvozdyk.

Duel unifikasi gelar kelas berat ringan IBF dan WBC itu dihelat di Liacouras Center, Philadelphia, AS.

Gvozdyk bukanlah petinju sembarangan. Ia juga belum kalah dalam 17 pertarungan, dimana 14 diantaranya menang KO.

Mampukah Artur Beterbiev mempertahankan statusnya sebagai Raja KO? Waktulah yang akan menjawabnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS