Lagi-Lagi Regulasi Winglet MotoGP Berubah, Makin Rumit?

Angga Roni Priambodo, Cesar Uji Tawakal

Selasa, 12 November 2019 | 12:34 WIB
Lagi-Lagi Regulasi Winglet MotoGP Berubah, Makin Rumit?
Motor Suzuki yang Menggunakan Winglet Baru di MotoGP Ceko. (Instagram/suzukimotogp)

Suara.com - Semenjak tim pabrikan Ducati mempopulerkan penggunaan winglet di MotoGP musim 2016 lalu, pihak penyelenggara balap kerap disibukkan dengan mengutak-atik regulasi terkait hadirnya perangkat ini.

Hal ini dilakukan lantaran perangkat tersebut punya potensi membahayakan pengendara lain. Tak berhenti sampai di situ, pada MotoGP musim depan, penyelenggara balapan berencana menerapkan aturan baru.

Dilansir dari Crash, dalam aturan tersebut, disebut secara jelas bahwa winglet yang bisa bergerak secara otomatis dilarang.

Lebih detailnya, winglet yang dimaksud adalah winglet yang empunyai rotor penggerak plus disuplai energi dari luar.

Namun aturan yang baru keluar musim depan tersebut rupanya bisa diakali dengan konsep 'aeroelasticity'.

Winglet baru yang diterapkan pihak Ducati pada motor Andrea Dovizioso saat sesi kualifikasi MotoGP Argentina di Autodroma Termas de Rio Hondo, Sabtu (30/3/2019). [AFP/Juan Mabromata]
Winglet baru yang diterapkan pihak Ducati pada motor Andrea Dovizioso saat sesi kualifikasi MotoGP Argentina di Autodroma Termas de Rio Hondo, Sabtu (30/3/2019). [AFP/Juan Mabromata]

Pada konsep tersebut, para desainer punya kesempatan untuk memanfaatkan kelenturan winglet pada taraf tertentu dengan cara memanipulasi material winglet tersebut.

Kelenturan ini tentu akan sangat berimbas pada aliran angin yang dapat mempengaruhi down force.

Pemanfaatan hal ini bisa menimbulkan keuntungan bagi pembalap tertentu. Hal ini telah lebuh dulu dimanfaatkan di Formula 1 dan saat ini penyelenggara MotoGP saat ini tengah mempertimbangkan kebijakan terkait hal tersebut.

"Tahun depan, akan ada aturan untuk membatasi kelenturan dan kami bakal melakukan beberapa tes." ujar GM Ducati Corse Gigi Dall'Igna.

baca juga

"Hal itu perlu dilakukan untuk memperjelas aturan yang mana masih 'abu-abu' sekarang. Semua setuju terkait hal ini." imbuhnya.

Direktur Teknis, Dannya Aldridge menyatakan bahwa adanya pembatasan kelenturan bergantung pada hasil tes tersebut.

Aturan tersebut menambah kerumitan regulasi mengenai perangkat aerodinamika, di mana sebelumnya mereka sempat mengatur dimensi sayap, pembatasan pengembangan hanya semusim sekali, pelarangan perangkat mekanik dan masih banyak lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Dioperasi Lagi, Cal Crutchlow: Saya Tak Bisa Merasakan Dua Jari Kaki

Bakal Dioperasi Lagi, Cal Crutchlow: Saya Tak Bisa Merasakan Dua Jari Kaki

Sport | Selasa, 12 November 2019 | 11:04 WIB

Soal Masa Depan di MotoGP, Marc Marquez: Prioritas Saya Adalah...

Soal Masa Depan di MotoGP, Marc Marquez: Prioritas Saya Adalah...

Sport | Senin, 11 November 2019 | 14:14 WIB

MotoGP: Johann Zarco Bakal 'Depak' Jorge Lorenzo di Repsol Honda?

MotoGP: Johann Zarco Bakal 'Depak' Jorge Lorenzo di Repsol Honda?

Sport | Senin, 11 November 2019 | 13:44 WIB

Terkini

Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta

Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 11:06 WIB

Sering Sayang Hapus Screenshot dan Chat Lama? Kenali Bahaya Digital Hoarding bagi Mentalmu

Sering Sayang Hapus Screenshot dan Chat Lama? Kenali Bahaya Digital Hoarding bagi Mentalmu

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:02 WIB

Cara Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Imbang Lawan Malaysia

Cara Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Imbang Lawan Malaysia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:00 WIB

Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M

Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:56 WIB

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel Bagi Masyarakat

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel Bagi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:56 WIB

Berapa Harga Stylus Pen Samsung Galaxy Tab Terbaru? Cek di Sini!

Berapa Harga Stylus Pen Samsung Galaxy Tab Terbaru? Cek di Sini!

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 10:51 WIB

Erick Thohir Pasang Badan Lindungi John Herdman dari Hujatan Suporter Garuda

Erick Thohir Pasang Badan Lindungi John Herdman dari Hujatan Suporter Garuda

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:50 WIB

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:48 WIB

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:45 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

×