Peluang Lolos ke Olimpiade 2020 Berat, Tontowi Ahmad Ikhlas

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Peluang Lolos ke Olimpiade 2020 Berat, Tontowi Ahmad Ikhlas
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu, melaju ke babak utama Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran (Thailand) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (14/1). [Humas PBSI]

Tontowi Ahmad menyadari bahwa perubahan partner membuat kansnya merebut tiket Olimpiade 2020 hampir dipastikan pupus.

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad mengaku sudah mengikhlaskan apabila pintu ke Olimpiade 2020 Tokyo sudah tertutup baginya.

Eks partner Liliyana Natsir itu kini mengalihkan fokus ke turnamen-turnamen bulutangkis terdekat.

Secara matematis, kans Tontowi ke Olimpiade 2020 sejatinya masih ada.

Namun, perubahan pasangan dari Winny Oktavina Kandow ke Apriyani Rahayu awal tahun ini, membuat hal itu diyakini sulit terwujud.

Setelah Liliyana Natsir pensiun, Tontowi berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow sejak Februari 2019.

Bersama pebulutangkis 20 tahun itu, prestasi Tontowi Ahmad kurang cemerlang.

Prestasi terbaik keduanya adalah tujuh kali melaju hingga babak perempat final.

Hasil itu membuat Tontowi/Winny mengakhiri tahun 2019 dengan duduk di peringkat 16 dunia.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, kandas di babak pertama Korea Open 2019 dari Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China), Selasa (24/9). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, kandas di babak pertama Korea Open 2019 dari Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China), Selasa (24/9). [Humas PBSI]

"Setelah kali terakhir bermain dengan Ci Butet (sapaan akrab Liliyana—red), saya kan berpartner dengan Winny. Saya coba setahun lah, di usia saya 32 tahun tak muda lagi, saya berpikir sama Winny sudah dicoba tapi hasilnya segitu. Kalau mau mundur (memperpanjang duet) lagi mungkin bisa, tapi waktu saya keburu habis," ujar Tontowi Ahmad di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

"Akhirnya saya memilih Apriyani dengan pertimbangan, pertama dia sudah punya pengalaman, dan kedua secara individu. Walaupun dia main di sektor ganda putri, untuk menyesuaikan di ganda campuran masih bisa," tambahnya.

Tontowi Ahmad menyadari bahwa perubahan partner di awal tahun membuat kansnya untuk merebut tiket Olimpiade 2020 hampir dipastikan pupus.

Namun dia meyakini bahwa itu adalah keputusan terbaik untuk kariernya yang sudah memasuki masa senja.

Reaksi ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir usai mengalahkan pasangan Malaysia di final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. [AFP]
Reaksi ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir usai mengalahkan pasangan Malaysia di final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. [AFP]

"Dari awal saat melihat hasil bersama Winny itu terhenti di delapan besar terus, saya rasa untuk main di Olimpiade agak berat. Kalaupun masuk, saya ingin bermain benar-benar maksimal, bukan cuma asal lolos saja," ujar Owi.

"Untuk sekarang kan yang diunggulkan itu Praveen (Jordan)/Melati (Daeva Oktavianti), dan Hafiz (Faizal)/Gloria (Emanuelle Widjaja). Jadi saya sadar diri lah, walaupun partner sama Winny pun agak berat. Tak bisa dipaksakan," pungkas Tontowi Ahmad.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS