Jatuh Cinta pada Indonesia, Begini Alasan Ratu Bulutangkis Carolina Marin

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Jatuh Cinta pada Indonesia, Begini Alasan Ratu Bulutangkis Carolina Marin
Pebulutangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin, di Mixed Zone Istora Senayan, Jakarta, usai bertanding melawan Nitchaon Jindapol dari Thailand, Rabu (15/1). [Suara.com/Arief Apriadi]

Carolina Marin menyebut Indonesia seperti rumah kedua baginya.

Suara.com - Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati seorang Carolina Marin. Pebulutangkis tunggal putri Spanyol itu mengaku cinta dengan segala keramahan yang disuguhkan negara berjuluk Zamrud Khatulistiwa.

Setelah terang-terangan menyebut Indonesia adalah negara favoritnya. Carolina Marin kembali menegaskan dan membeberkan alasan dari perkataannya itu usai memainkan laga babak pertama Indonesia Masters 2020, Rabu (15/1).

Di Mixed Zone Istora Senayan, Jakarta, pebulutangkis 26 tahun itu mengatakan bahwa Indonesia seperti rumah kedua.

Hal itu lantaran banyaknya penggemar bulutangkis Indonesia yang selalu mendukung kiprahnya saat bertanding.

"Seperti yang saya katakan, di sini saya mendapat banyak dukungan dari fans Indonesia. Jadi saya senang bisa kembali ke sini. Saya ingin berikan yang terbaik untuk mereka," ujar Marin.

Carolina Marin jadikan Indonesia Open turnamen favoritnya (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)
Carolina Marin berfoto bersama penggemar saat mengikuti ajang Indonesia Open. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Carolina Marin tak hanya punya kenangan manis di Indonesia, terkhusus Istora Senayan.

Tahun lalu, di venue dan turnamen yang sama, peraih medali emas Olimpiade 2016 itu sempat mengalami cedera parah.

Saat memainkan laga final Indonesia Masters 2019 menghadapi Saina Nehwal (India), ratu bulutangkis Spanyol itu dibekap cedera anterior cruciate ligament (ACL) di bagian lutut kanan.

Hal itu bagaikan mimpi buruk baginya. Pasalnya, cedera itu Carolina Marin absen lama, sekitar delapan bulan.

Dia baru melakoni comeback pada September 2019 di Vietnam Open.

Pebulutangkis tunggal putri Spanyol yang dijuluki Ratu Bulutangkis Eropa, Carolina Marin, menangis karena cedera ACL pada babak final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1). [AFP/Adek Berry]
Pebulutangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin, menangis karena cedera ACL pada babak final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1). [AFP/Adek Berry]

Carolina Marin tak menampik dirinya sedikit merasa trauma dengan kejadian tahun lalu.

Namun, berkat cintanya kepada Indonesia, tiga kali juara dunia itu memberanikan diri untuk kembali ke Istora Senayan, Jakarta.

"Saya tak takut karena saya cinta untuk bermain di sini, saya cinta Indonesia, saya cinta dengan para penonton di venue, karena di sini saya punya sangat banyak penggemar. Mereka membuat saya seperti di rumah," tandasnya.

Di laga babak pertama Indonesia Masters 2020, Carolina Marin berhasil menang atas wakil Thailand, Nitchaon Jindapol, dengan skor 21-13 dan 21-15.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS