Jelang Olimpiade 2020, Jonatan dan Anthony Diminta Arif Jaga Fisik

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Jelang Olimpiade 2020, Jonatan dan Anthony Diminta Arif Jaga Fisik
Dua penggawa Tim Indonesia di Sudirman Cup 2019, Jonatan Christie (kiri) dan Anthony Sinisuka Ginting, berlatih jelang melawan Denmark di laga kedua penyisihan Grup 1B Sudirman Cup 2019, Senin (20/5). Laga Indonesia vs Denmark akan berlangsung pada, Rabu (22/5). [Humas PBSI]

Anthony dan Jonatan jadi dua wakil tunggal putra Indonesia yang paling punya kans melangkah ke Olimpiade 2020.

Suara.com - Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra memiliki misi lain di samping tengah berusaha keras mengantarkan dua anak didiknya lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebelum membicarakan kiprah di multievent empat tahuan itu, Hendry mengaku akan lebih dulu fokus menjaga kondisi fisik Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting agar bebas cedera.

Anthony dan Jonatan jadi dua wakil tunggal putra Indonesia yang paling punya kans melangkah ke Olimpiade 2020.

Keduanya saat ini bertengger Top 5 klasemen kualifikasi Olimpiade 2020 (Race to Tokyo).

"Cedera atau sakit pasti tidak kita harapkan. Tapi dengan rotasi main dan jadwal turnamen yang seperti itu (mepet), ada kemungkinan (dibekap cedera)," ujar Hendry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Untuk menghindari cedera dan hal-hal yang tak diinginkan, Hendry mengaku terus berkolaborasi dengan staf pelatih fisik dan fisioterapi PBSI.

Di samping itu, dia meminta Jonatan dan Anthony juga harus arif dalam menjalani pertandingan bulutangkis.

Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie, atau yang akrab disapa Jojo, tengah berbincang dengan sang pelatih Hendry Saputra (kiri) dalam semifinal beregu putra SEA Games 2019, Senin (2/12). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie, atau yang akrab disapa Jojo, tengah berbincang dengan sang pelatih Hendry Saputra (kiri) dalam semifinal beregu putra SEA Games 2019, Senin (2/12). [Humas PBSI]

"Selama ini kami cek tidak ada keluhan tentang cedera. Yang penting itu ada periodesasi latihan, setelah kejuaraan minimal ada jeda untuk istirahat dan latihan," beber Hendry.

"Walaupun ada juga turnamen yang back-to-back seperti All England dan Swiss Open nanti. Tapi negara lain juga seperti itu, jadi oke-oke saja."

"Namanya kompetisi, harus pintar-pintar. Dengan pengalaman bermain selama satu sampai tiga tahun ke belakang, saya rasa (Jonatan dan Anthony) oke-oke saja," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS