Pra-Olimpiade 2020, Ambisi Meledak-Ledak Greysia / Apriyani Harus Diredam

Kamis, 23 Januari 2020 | 16:18 WIB
Pra-Olimpiade 2020, Ambisi Meledak-Ledak Greysia / Apriyani Harus Diredam
Ekspresi pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu dan Greysia Polii saat menghadapi lawannya asal Korea Selatan Kim So Yeuog dan Kong Hee Yong dalam babak semi final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (18/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu terkenal dengan ambisinya yang meledak-ledak. Jelang Olimpiade 2020, mereka pun diminta meredam hal itu.

Permintaan ini disampaikan Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian agar tak menjadi senjata makan tuan.

Eng Hian menyebut ambisi besar nan meledak-ledak dari Greysia/Apriyani sejatinya punya dampak positif.

Tapi di sisi lain, hal itu dikhawatirkan bisa 'merusak' kondisi pemain itu sendiri.

Kekhawatiran Eng Hian merujuk pada kiprah Greysia/Apriyani tahun lalu.

Ekspresi kegembiraan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bersama sang pelatih, Eng Hian, usai memastikan diri meraih medali emas SEA Games 2019 dengan mengalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong (Thailand), Senin (9/12). [Humas PBSI]
Ekspresi kegembiraan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bersama sang pelatih, Eng Hian, usai memastikan diri meraih medali emas SEA Games 2019 dengan mengalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong (Thailand), Senin (9/12). [Humas PBSI]

Alih-alih tampil maksimal, ambisi yang terlalu tinggi di setiap turnamen justru membuat performa mereka anjlok.

Selain turun ranking dari posisi lima ke delapan, Greysia/Apriyani juga hanya mampu meraih satu gelar dari 20 turnamen bulutangkis BWF yang mereka ikuti sepanjang 2019.

Jelang Olimpiade 2020, Eng Hian tak ingin masalah klasik itu menimpa Greysia/Apriyani.

Kedua anak didiknya itu harus dibimbing dalam mengubah ambisi besar jadi motivasi positif.

Baca Juga: Parodi Balap MotoGP Indonesia Tercyduk Medsos MotoGP, Ini Dia Videonya

"Ini Olimpiade terakhir untuk Greysia. Kemungkinan dia akan pensiun sebelum 2024. Yang saya khawatirkan adalah dia menjadikan ini sebagai suatu yang sangat tinggi. Jadi kan beban, sampai dia tidak kuat," ujar Eng Hian saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (23/1/2020).

"Kalau untuk Apriyani, ini jadi Olimpiade pertamanya. Tipikal Apri itu meledak-ledak. dia itu ingin sesuatu harus spektakuler. Jadi itu dua hal yang berbeda, tapi sama (dalam hal ambisi)," jelasnya.

Eng Hian menjelaskan bahwa masalah di atas tak bisa diselesaikan secara instan.

Butuh waktu bagi Greysia/Apriyani untuk bisa mengubah pola pikir untuk lebih positif.

"Ini agak menjadi PR untuk saya. Saya banyak komunikasi dengan Kabid Binpres dan Psikolog PBSI soal Greysia/Apriyani," beber Eng Hian.

"Jadi bagaimana caranya kami mencoba untuk memutar ini jadi suatu yang positif. Karena kalau terbalik, itu akan hancur," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI