Virus Corona Hantui Penyelenggaraan Olimpiade 2020?

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Virus Corona Hantui Penyelenggaraan Olimpiade 2020?
Anggota Dewan Eksekutif Olimpiade 2020, Morinari Watanabe (kanan) dan Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari di kawasan Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Wabah virus biasanya berkembang pada musim dingin. Sedangkan Olimpiade 2020 diselenggarakan saat musim panas.

Suara.com - Anggota Dewan Eksekutif Olimpiade 2020, Morinari Watanabe, berharap wabah virus Corona yang tengah menyebar di berbagai negara tak berdampak pada penyelenggaraan Olimpiade 2020.

Jepang selaku tuan rumah, sebut Watanabe, akan terus memantau perkembangan virus mematikan tersebut. Keselamatan atlet jadi prioritas utama.

Watanabe menjelaskan bahwa wabah virus biasanya berkembang pada musim dingin.

Jepang kini dalam periode musim tersebut yang berlangsung sejak Desember 2019 hingga Februari atau Maret 2020.

Sementara itu, penyelenggaraan Olimpiade 2020 baru akan berlangsung pada 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang, atau saat musim panas.

"Biasanya virus ini datang saat musim dingin dan akan hilang pada musim panas," ujar Morinari Watanabe saat melakukan pertemuan dengan NOC Indonesia di kawasan Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

"Hal ini sebetulnya normal, tapi tentu saja mereka (penyelenggara Olimpiade 2020) menganggapnya tidak normal dan mengutamakan keselamatan atlet," tambahnya.

NOC Indonesia sendiri menyebut bakal meminta rekomendasi pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menyikapi krisis kesehatan itu.

"Kami akan minta rekomendasi dari Kemenkes terkait virus Corona ini," ujar Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

"Karena rekomendasi itu penting sebagai dasar atau langkah-langkah apa yang harus diambil untuk atlet-atlet yang sedang melakukan kualifikasi di negara-negara lain," tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS