Studi: Pukulan Manny Pacquiao Lebih Cepat dari Kedipan Mata

Rizki Nurmansyah
Studi: Pukulan Manny Pacquiao Lebih Cepat dari Kedipan Mata
Petinju Filipina Manny Pacquiao (kanan) tengah berlatih dengan salah satu pelatihnya, Buboy Fernandez, di sebuah sasana tinju di Manila, Selasa (27/12/2018). [AFP/Ted Alijibe]

Kecepatan pukulan Manny Pacquiao mencapai 0,12 detik.

Suara.com - Sebuah studi dilakukan tim sports science mengenai kecepatan pukulan Manny Pacquiao. Mereka terkejut dengan hasil penelitiannya.

Berdasarkan hasil studi, pukulan ikon tinju dunia itu lebih cepat dari kedipan mata.

Ikon tinju dunia, Manny Pacquiao (kanan), mendaratkan pukulan telak ke wajah lawannya, Keith Thurman, di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (20/7/2019). [AFP/John Gurzinski]
Ikon tinju dunia, Manny Pacquiao (kanan), mendaratkan pukulan telak ke wajah lawannya, Keith Thurman, di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (20/7/2019). [AFP/John Gurzinski]

Dengan menggunakan samsak dan teknologi penangkap gerak kecepatan tinggi, tim menganalisis kemampuan pukulan petinju 41 tahun itu.

Hasilnya, kecepatan pukulan Manny Pacquiao mencapai 0,12 detik.

Itu adalah kecepatan yang secara harfiah lebih cepat daripada kedipan mata.

Tidak hanya berhenti sampai disitu. Tim juga menggabungkan momentum, berat, dan kecepatan pukulan juara dunia tinju kelas welter WBA (Super) ini.

Hasilnya, setiap pukulan yang mengenai target memiliki kekuatan seberat 806 pon, yang mana sama dengan tekanan pada lontaran peluru dari senapan.

Salah satu petinju yang pernah merasakan cepat dan kekuatan pukulan Manny Pacquiao adalah legenda tinju Shane Mosley.

Petinju Filipina, Manny Pacquiao (kanan), mendaratkan pukulan keras ke wajah penantangnya, Shane Mosley, dalam duel di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (7/5/2011]. [AFP/Gabriel Bouys]
Petinju Filipina, Manny Pacquiao (kanan), mendaratkan pukulan keras ke wajah penantangnya, Shane Mosley, dalam duel di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (7/5/2011]. [AFP/Gabriel Bouys]

Mosley yang bertarung melawan Pacquiao pada 7 Mei 2011, dibuat tiga kali mencium kanvas sebelum kalah angka mutlak dalam duel sabuk kelas welter WBO.

"Saya tidak tahu dari mana Pacquiao melontarkan pukulan. Namun ketika terkena, dampaknya sangat terlihat," kata Mosley dikutip dari Give Me Sport, Selasa (28/1/2020).

"Melawan Manny Pacquiao, dia hanya menyentuhmu dan kamu sudah goyah. Dia tidak memiliki tangan yang keras. Itulah hal yang paling aneh," paparnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS