Grand Final Piala Presiden Esports 2020: Mencari Jawara ASEAN

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Grand Final Piala Presiden Esports 2020: Mencari Jawara ASEAN
Konferensi pers Grand Final Piala Presiden Esports 2020 di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (30/1/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Grand Final Piala Presiden Esports 2020 akan mempertemukan para juara perwakilan dari negara-negara Asia Tenggara.

Suara.com - Kejuaraan olahraga elektronik terbesar di Indonesia, Piala Presiden Esports 2020 telah memasuki laga puncak. Babak final akan diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang Selatan pada 1-2 Februari mendatang.

Berbeda dari edisi tahun lalu, Grand Final Piala Presiden Esports 2020 akan mempertemukan para juara perwakilan dari negara-negara Asia Tenggara.

Sebanyak 19 atlet Esports Indonesia pemenang kualifikasi regional timur dan barat, akan berjibaku dengan 29 atlet Esports juara dari negara-negara regional ASEAN yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Kamboja.

"Di Grand Final Piala Presiden Esports 2020, seluruh atlet dan tim esports terbaik dari setiap negara dipastikan akan bertarung habis-habisan. Ini akan jadi sajian menarik untuk disaksikan," ujar Ketua Piala Presiden Esports Giring Ganesha di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

"Kami optimis bahwa atlet-atlet Esports Indonesia mampu meraih gelar juara dan mengharumkan nama bangsa. Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberi dukungan penuh agar Indonesia juara," tambahnya.

Kick-off Piala Presiden Esports 2020 telah bergulir pada 13 Oktober 2019 lalu. Seremoni pembukaan turnamen Esports kasta tertinggi Tanah Air itu berlangsung di Tennis Indoor Stadium, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Piala Presiden Esports 2020 sendiri mempertandingkan dua game utama yaitu Free Fire untuk platform mobile, dan Pro Evolution Soccer untuk platform console.

Di samping itu, Piala Presiden Esports 2020 juga mempertandingkan game lokal, yakni Ultra Space Battle Brawl. Game yang diproduksi Toge Production ini hanya akan jadi eksibisi di edisi tahun ini.

Pada game Free Fire, trofi juara akan diperebutkan 12 tim. Indonesia sendiri diwakili oleh Louvre, Dranix, Elvo G.I, dan Big Akar. Dari Thailand diwakili Illuminate dan Evos-MG1.

Sementara dari Vietnam akan diwakili oleh tim Cloud dan Flash. Dari Malaysia terdapat Aragon MY dan High Quality Squad. Sementara Filipina diwakili Pak Royal Army, dan Kamboja diwakili KHKR.

Sedangkan dari nomor game Pro Evolution Soccer, terdapat 10 atlet Esports yang bakal beradu ketangkasan untuk menjadi yang terbaik se-ASEAN. Dari Indonesia diwakili Rizky Faidan, Doni Pratama Sakti, dan I Made Aris Sandra.

"Grand Final ini akan jadi event yang sangat luar biasa karena kami akan menggunakan panggung sebesar 48 meter. Di samping itu juga terdapat LED yang sangat luas, kira-kira 10 meter," beber Giring.

"LED juga akan berada di sisi kanan dan kiri, serta bagian tengah. Hal itu dilakukan untuk mengakomodir penonton di tribun," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS