Honda Ungkap Alasan Ikhlas Jorge Lorenzo Pensiun dan ke Yamaha

Rizki Nurmansyah
Honda Ungkap Alasan Ikhlas Jorge Lorenzo Pensiun dan ke Yamaha
Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, di paddock timnya saat sesi latihan bebas pertama MotoGP Valencia di Sirkuti Ricardo Tormo, Jumat (15/11/2019). [AFP/Pierre-Philippe Marcou]

Jorge Lorenzo pensiun setelah seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia, di mana hanya semusim memperkuat Honda.

Suara.com - Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig mengungkapkan alasan pihaknya ikhlas menerima kenyataan Jorge Lorenzo ingin pensiun dari MotoGP.

Bahkan, kata Puig, pihaknya juga tak mau menghalangi Lorenzo untuk mencapai jadi pebalap penguji Yamaha pasca pensiun di akhir musim lalu.

Jorge Lorenzo pensiun setelah seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia, di mana hanya semusim memperkuat Repsol Honda.

Padahal pria kelahiran Mallorca, Spanyol itu masih memiliki kontrak setahun dengan Honda.

"Terkait Lorenzo kami harus mengklarifikasi satu hal dan memahami apa yang terjadi," kata Puig dikutip dari GPOne, Selasa (11/2/2020).

Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig (kanan), bersama mantan pebalapnya, Dani Pedrosa. [AFP/Pierre-Philippe Marcou]
Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig (kanan), bersama mantan pebalapnya, Dani Pedrosa. [AFP/Pierre-Philippe Marcou]

"Kami tidak memutus kontrak Jorge, yang mana kontraknya adalah dua tahun."

"Tapi saat seorang pebalap datang dan mengatakan kepadamu ingin berhenti karena khawatir akan terluka lagi, dan tak lagi punya motivasi membalap, Anda hanya bisa menjawabnya, OK, kemudian berhenti."

"Saya telah berulang kali mengatakan bahwa Lorenzo dikontrak dua tahun. Tapi saat dia menjelaskan kepada saya bahwa dia tidak merasa nyaman dengan motor kami dan kesulitan secara fisik, kami hanya bisa menerima kenyataan itu," ungkap Puig.

Olahraga Berbahaya

Lebih jauh, Puig menegaskan bahwa bukan karakter Honda memaksa pebalap yang masih terikat kontrak untuk terus balapan, meski sudah kehilangan gairah balapan.

Menurutnya, MotoGP merupakan olahraga berbahaya, dan pihaknya tidak mau ambil risiko menyangkut masa depan sang pebalap.

"MotoGP adalah olahraga berbahaya. Anda tidak bisa mengatakan, kamu masih punya kontrak, maka berkendaralah!" ucap Puig.

"Honda tidak akan pernah melakukan hal semacam itu. Kami tidak ingin memaksa Lorenzo balapan dan menanggung risiko terluka bila ia tidak siap," tegasnya.

Tak Intervensi

Tak lama setelah Jorge Lorenzo mengumumkan pensiun, pihak Yamaha menghubungi sang pebalap menawarkan peran test rider.

Jorge Lorenzo pun setuju menjadi pebalap penguji Yamaha untuk MotoGP 2020.

Terkait ini, Puig menyatakan pihaknya tak mempermasalahkan hal itu.

Bahkan ia turut senang Lorenzo kembali menemukan kebahagiaannya yang telah lama hilang.

"Saat Jorge Lorenzo memutuskan jadi pebalap penguji untuk Yamaha, begitulah hidup. Kami tak mengintervensi," tutur Puig.

"Setiap orang berhak melakukan apa yang diingikan dalam hidup."

"Kami turut senang tatkala ia mengatakan kepada publik bahwa dia merasa sangat senang."

"Kami tidak mungkin mendoakan yang buruk. Terpenting Jorge Lorenzo bahagia dan menemukan keberuntungan yang tak didapatnya tahun lalu," pungkas Puig.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS