Soal Kans Tim Putri Indonesia di BATC 2020, Susy: Kami Punya Kesempatan

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
Soal Kans Tim Putri Indonesia di BATC 2020, Susy: Kami Punya Kesempatan
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, menyumbang poin bagi tim putri Indonesia usai mengalahkan Maria Bianca Ysabel Carlos dari Filipina dalam penyisihan Grup Y BATC 2020, Rabu (12/2). [Humas PBSI]

Tim beregu putri Indonesia lolos ke fase gugur dengan status runner up Grup Y.

Suara.com - Manajer tim Indonesia, Susy Susanti menilai Indonesia masih berpeluang untuk melaju ke babak semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 kendati di perempat final akan menghadapi negara-negara kuat.

Sebagaimana diketahui, tim beregu putri Indonesia harus puas melaju ke fase knock-out dengan status runner-up, menyusul kekalahan 2-3 dari Thailand di laga terakhir babak penyisihan Grup Y, Kamis (13/2/2020).

Kekalahan tersebut membuat Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan hanya mencatatkan satu kemenangan dari dua laga yang dijalani. Kemenangan diraih saat menghadapi tuan rumah Filipina.

Sebagai runner-up Grup Y, Indonesia dipastikan bakal menghadapi tim juara dari grup lain di perempat final. Juara Grup W diisi Jepang, Grup X diisi Korea Selatan, sementara Grup Z ditempati China Taipei.

Undian fase knock out BATC 2020 baru akan berlangsung malam ini, setelah seluruh pertandingan babak penyisihan rampung digelar.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti [Suara.com/Arief Apriadi]
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti [Suara.com/Arief Apriadi]

"Kekuatan para juara grup hampir merata, Jepang dan Korea masih yang terkuat. Kami masih punya kesempatan," ujar Susy dalam rilis yang diterima Suara.com, Kamis (13/2/2020).

Susy sendiri mengakui bahwa level tim beregu putri Indonesia belum semapan tim putra. Kekalahan dari Thailand disebutnya harus menjadi lecutan untuk tampil lebih baik lagi.

"Sebetulnya tadi cukup ramai dan sempat unggul, tapi di akhir ada kesalahan sendiri. Sedangkan Gregoria dan Fadia/Ribka mainnya bersih, bagus," kata Susy.

"Untuk Ruselli dan Choirunnisa, masih belum in ya, mainnya masih terburu-buru dan banyak error. Kami harus akui keunggulan Thailand," tambah peraih medali emas Olimpiade 1992 itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS