Kelangsungan Kualifikasi FIBA Asia Masih Tunggu Keputusan FIBA

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Kelangsungan Kualifikasi FIBA Asia Masih Tunggu Keputusan FIBA
Peluncuran logo dan rooster Timnas basket Indonesia untuk gelaran Indonesian Basketball League (IBL) 2020 dan juga persiapan Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Tokopedia Tower, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020). (Suara.com / Arief Apriadi)

Kemenpora telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk menunda tahap pertama Kualifikasi FIBA Asia 2021.

Suara.com - Kelangsungan tahap pertama Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 yang akan berlangsung di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 20-23 Februari 2020 masih menjadi tanda tanya.

Perbasi, induk olahraga bola basket Tanah Air, menyebut masih menunggu keputusan Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) terkait batal tidaknya perhelatan tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk menunda tahap pertama Kualifikasi FIBA Asia 2021.

Rekomendasi itu dikeluarkan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Pebasket Indonesia Kevin Sitorus (kedua kiri) mencoba memblok bola dari pebasket Filipina Jeth Roy Rosario (kedua kanan) dalam pertandingan babak semifinal basket putra SEA Games 2019 di SM Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, Senin (9/12). [Antara/Sigid Kurniawan]
Pebasket Indonesia Kevin Sitorus (kedua kiri) mencoba memblok bola dari pebasket Filipina Jeth Roy Rosario (kedua kanan) dalam pertandingan babak semifinal basket putra SEA Games 2019 di SM Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, Senin (9/12). [Antara/Sigid Kurniawan]

Pada tahap pertama kualifikasi FIBA Asia Cup 2021, Indonesia yang menempati Grup A.

Skuat Merah Putih dijadwalkan berjumpa Korea Selatan pada 20 Februari. Tiga hari berselang, giliran menjamu Filipina.

"Mari kita tunggu pernyataan resmi dari FIBA ya. Tapi kami bersiap saja apabila nantinya kualifikasi ini tetap lanjut," ujar Manajer Timnas Basket Indonesia, Maulana Fareza Tamrella saat dihubungi Suara.com, Senin (17/2/2020).

Timnas Indonesia sendiri, kata Fareza, ingin kualifikasi ini tetap berlanjut.

Pembatalan dinilai bakal menjadi kerugian. Lantaran program persiapan Timnas Indonesia sudah dirancang sedemikian rupa untuk siap tampil pada 20-23 Februari mendatang.

"Kami sudah berlatih cukup lama, sudah ikut IBL juga. Kalau ditunda, itu akan memengaruhi program Timnas secara keseluruhan," beber Mocha.

"Apalagi kita tahu bahwa pemain naturalisasi Korea Selatan saat ini tengah dibekap cedera. Kalaupun ditunda ya jangan terlalu lama, kendati kita belum tahu kapan virus ini selesai," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS