Suara.com - Federasi Bulutangkis Internasional (BWF) berharap turnamen World Tour Super 1000 bisa tetap digelar, meski dibayangi penyebaran virus Corona. Hal itu sebagaimana disampaikan Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto.
Budi mengatakan BWF akan berusaha untuk tetap menggelar kejuaraan karena pertimbangan pihak sponsor dalam setiap penyelenggaran turnamennya.
"BWF berbeda dengan federasi cabang olahraga internasional lainnya. Mereka yang justru ngotot. Minimal untuk World Tour Super 1000 tetap digelar karena ini kaitannya dengan sponsor. Sementara Inggris kalau tidak jadi akan mengalami kerugian besar yang saya dengar," kata Budi di Jakarta, Senin (2/3/2020).
Beberapa turnamen bulutangkis terpaksa dibatalkan maupun ditunda akibat ketakutan tuan rumah penyelenggara akan penyebaran virus Corona. Antara lain German Open dan Polish Open.
![Pembatalan turnamen German Open 2020. [Twitter@badmintoneurope]](https://media.suara.com/pictures/original/2020/02/28/49826-german-open-batal.jpg)
Kedua turnamen tersebut tidak digelar berdasarkan keputusan federasi bulutangkis Eropa yang tidak mau mengambil risiko akan penyebaran virus yang bernama resmi Covid-19.
"Berdasarkan saran kesehatan dari Departemen Kesehatan Mulheim an der Ruhr dan pertimbangan lainnya, kami membatalkan kegiatan yang sudah dijadwalkan," tulis otoritas kota Jerman dikutip dari laman resmi BWF.
Tidak Membatalkan
Sementara itu, BWF hingga kini sama sekali tidak pernah membatalkan ataupun menunda sebuah turnamen. Termasuk turnamen BWF World Tour Super 1000 All England 2020.
Namun mereka menerima segala keputusan soal pembatalan ataupun penundaan tersebut dengan alasan menjaga keamanan dan kesehatan atlet, ofisial dan penggemar.
Adapun terkait penyelenggaraan Indonesia Open 2020, Budi mengaku masih akan berkonsultasi dengan pemerintah.
![Pasangan Marcus Gideon-Kevin Sanjaya bertanding melawan duet Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan dalam babak final ganda putra Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/07/21/66545-marcus-kevin-juara-indonesia-open-2019.jpg)
"Sejauh ini memang belum ada larangan dari pemerintah. Untuk negara peserta pun belum ada anjuran tidak boleh dari mana," kata Budi.
"Kami sudah mengirimkan surat kepada Menpora, per hari ini untuk minta petunjuk. Karena Indonesia Open pesertanya dari luar negeri, begitu juga penontonnya. Kami tidak ingin nantinya seperti di Filipina kemarin, bisa digelar tapi tanpa penonton," tambahnya.
Sesuai dengan jadwal, kejuaraan bulutangkis level Super 1000 itu akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juni 2020.