Suara.com - Mantan petinju asal Meksiko, Juan Manuel Marquez, angkat bicara terkait lawan yang patut dihadapi Saul Alvarez pada 2 Mei mendatang.
Alvarez dijadwalkan kembali bertarung di T-Mobile Arena, Las Vegas, usai terakhir kali naik ring saat menang KO ronde ke-11 atas Sergey Kovalev.
Kemenangan dalam duel 2 November 2019 tersebut membuat Alvarez menjadi juara dunia baru kelas berat ringan WBO.
![Petinju Meksiko Saul Alvarez (kiri), berfoto bersama dengan juara dunia tinju kelas berat ringan WBO Sergey Kovalev (Rusia) usai konferensi pers jelang duel keduanya di MGM Grand Hotel, Las Vegas, AS pada, Rabu (30/10/2019). [AFP/Getty Images North America/Ethan Miller]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/11/04/65368-saul-alvarez-dan-sergey-kovalev.jpg)
Marquez berharap Alvarez tetap bertahan di kelas berat ringan.
Legenda tinju dunia itu pun sudah punya pilihan lawan yang pantas dihadapi kompatriotnya itu.
"Pasti seru bila melihat Alvarez bertarung melawan Dmitry Bivol atau Artur Beterbiev," kata Marquez dikutip Suara.com dari Fino Boxing, Selasa (3/3/2020).
"Terserah Alvarez dan timnya apakah ingin tetap di kelas berat atau turun kelas lagi," petinju yang pernah memukul KO petinju Filipina, Manny Pacquiao, ini menambahkan.
![Manny Pacquiao tersungkur di kanvas usai mendapat pukulan telak dari Juan Manuel Marquez (kanan) dalam duel Jilid IV kedua petinju di MGM Grand Arena, AS, 8 Desember 2012 [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/02/28/51810-manny-pacquiao-dan-juan-manuel-marquez.jpg)
"Tapi saya menilai kedua petinju tersebut akan menjadi penantang yang serius bagi Alvarez," tukasnya.
Dmitry Bivol merupakan juara dunia kelas berat ringan WBA (Super) asal Rusia, dan belum terkalahkan dari 17 pertarungan.
![Juara dunia tinju kelas berat ringan asal Rusia, Artur Beterbiev. [Instagram/arturbeterbiev]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/21/77687-artur-beterbiev.jpg)
Sedangkan Artur Beterbiev yang juga berasal dari Rusia, saat ini memegang dua sabuk juara dunia kelas berat IBF dan WBC.
Beterbiev mendapat julukan Raja KO lantaran rasio kemenangan KO-nya yang 100 persen dari 15 pertarungan profesional.