Suara.com - Wabah virus corona sudah masuk ke wilayah Indonesia. Presiden Joko Widodo pada Senin (2/3/2020) telah mengumumkan kasus pertama Covid-19 ini, dimana dua warga Depok, Jawa Barat, menjadi korban.
Ancaman dari virus mematikan ini benar-benar dipandang serius oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Untuk menjaga atlet, mereka telah menyiapkan langkah antisipasi, khususnya bagi para atlet.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, seluruh pemain dan ofisial telah diberikan penyuluhan, salah satunya mengenai pentingnya cuci tangan menggunakan antiseptik.
"Nanti kami akan kasih pencegahan dan penjagaan. Untuk sekarang ini atlet-atlet dikasih hand sanitizer. Jadi hampir sama dengan arahan pemerintah," ujar Susy di Pelatnas PBSI, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020).
"Lalu juga mungkin dikasih vitamin. Yang penting itu antibody kita yang harus dinaikan. Kebersihan juga harus lebih di jaga, selain makanan dan vitamin," tambahnya.
Di samping menjaga asupan makanan dan meminta atlet melakukan pola hidup sehat, PBSI disebut Susy juga tengah mempertimbangkan terkait aturan keluar dari asrama. Susy menjelaskan akan ada rapat khusus terkait pembahasan tersebut.
"Pasti akan ada arahan dari bapak (Wiranto). Nanti kami ada rapat yang betul-betul mencakup itu semua, baik dari keberangkatan," ujar Susy.
"Jadi saat ini kami disiapkan untuk mendengarkan arahan langsung. Otomatis ini jadi semacam (pengumuman) resmi dari PBSI."
"Terkait wabah corona ini juga bukan semata-mata di Indonesia saja, tapi negara-negara lain yang sudah lebih dulu terdampak. Karena di Indonesia baru masuk, otomatis pencegahan harus lebih diutamakan," tandasnya.
Sebagian besar atlet utama PBSI sendiri tengah bersiap mengikuti turnamen All England 2020. Turnamen bulutangkis tertua di dunia itu akan berlangsung pada 11-15 Maret mendatang.