Pandemi Virus Corona Belum Reda, PON 2020 Bisa Mundur hingga Maret 2021

Rully Fauzi | Arief Apriadi
Pandemi Virus Corona Belum Reda, PON 2020 Bisa Mundur hingga Maret 2021
Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto. [Suara.com/Arief Apriadi]

Pandemi Virus Corona di Tanah Air masih mengkhawatirkan.

Suara.com - Jadwal penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional alias PON 2020 berpotensi mundur dari tahun ini ke 2021 mendatang. Semua imbas pandemi Virus Corona di Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Terkait hal ini, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan bahwa PON 2020 bisa saja mengalami penundaan apabila wabah Corona di Tanah Air masih mengkhawatirkan hingga bulan Juli 2020 nanti.

Menurut Gatot, pandemi cukup masif COVID-19 di Indonesia membuat seluruh elemen olahraga, terutama atlet, tak memiliki banyak ruang untuk berlatih maupun mengasah diri lewat turnamen.

Apabila pandemi ini usai pada Juli nanti, maka dunia olahraga Indonesia menurut Gatot membutuhkan waktu 'recovery' minimal lima bulan hingga Desember 2020.

Apabila prediksi Gatot sesuai, jelas PON 2020 yang seharusnya digelar pada 20 Oktober hingga 2 November mendatang terlihat mustahil untuk dihelat.

"Kapan COVID-19 berakhir? Tidak tahu. Kami antisipasi, taruhlah tidak ada event apa pun karena COVID-19 mewabah sampai Juli," buka Gatot dalam video conference di Jakarta.

"Antisipasi kami, Agustus sampai Desember masa recovery. Kami juga belum tahu apakah PON masih berlangsung, Peparnas juga," sambungnya.

Gatot menjelaskan, hingga kini nasib PON 2020 masih belum ditentukan. Kemenpora menurutnya akan terlebih dulu berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo sebelum mengambil langkah selanjutnya.

"Sekarang kami menunggu arahan bapak presiden. Kalau ada sidang kabinet, dimungkinkan minta arahan presiden. Terakhir sidang kabinet Maret lalu, masih clear. Menpora (Zainudin Amali) menyiapkan plan A dan B terkait PON dan Piala Dunia (U-20 2021)," jelas Gatot.

"Jadi, kalau PON mundur, kemungkinan (akan berlangsung) di awal Maret (2021). Kenapa Maret? Karena Januari sampai Februari kesulitan anggaran menyiapkan Rp 500 miliar pengadaan barang jasa. Anggaran PON tidak boleh relokasikan, tidak boleh diganggu gugat," terang pria berkacamata itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS