Suara.com - Pelatih sektor ganda campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, mengaku jika pandemi virus corona yang tengah melanda dunia menjadi tantangan tersendiri. Sebagai seorang juru taktik, Richard mengaku dituntut untuk lebih kreatif dalam menyusun program latihan dan turnamen, agar menjaga performa anak latihnya tetap maksimal.
Sebagaimana diketahui, penyebaran virus corona Covid-19 sangat berdampak pada jagat dunia olahraga, tak terkecuali bulutangkis. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) bahkan telah menghentikan turnamen hingga Juni 2020.
Tak adanya wadah kompetisi membuat Richard dan pelatih-pelatih lainnya harus pintar-pintar menjaga kondisi fisik serta mentalitas atlet agar tak turun terlalu jauh.
"Iya, ini kan situasi baru, wabah virus ini membuat kami harus lebih kreatif dan inovatif, bagaimana mensiasati ini semua," ujar Richard Mainaky saat dihubungi Suara.com, Sabtu (4/4/2020).
![Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, merayakan keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2019 bersama sang pelatih, Richard Mainaky, usai mengalahkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Senin (9/12). [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/09/22183-praveen-jordanmelati-daeva-oktavianti-dan-richard-mainaky.jpg)
"Wabah virus ini jadi tantangan baru yang harus kami semua lewati. Tentu kami ingin tetap dapat hasil maksimal," tambahnya.
PBSI sendiri saat ini resmi meliburkan atlet dan ofisial tim hingga 2 Juni mendatang. Kendati demikian, Richard meminta seluruh pemain, khususnya yang berada disektor ganda campuran agar tetap menjaga kondisi.
"Ini (penghentian turnamen karena wabah virus) baru pertama kali saya rasakan. Dahulu tak pernah ada. Bahkan saat kerusuhan Mei 1998 saja kami masih tetap ikut turnamen di Hong Kong," tandasnya.