- Pelatih Indra Wijaya menyoroti bahwa konsistensi adalah tantangan utama bagi Alwi Farhan di kancah dunia.
- Alwi mencapai hasil signifikan seperti perempat final All England dan runner-up Swiss Open 2026.
- Peningkatan fisik, kontrol emosi, dan pemulihan dinilai krusial untuk performa stabil Alwi ke depan.
Suara.com - Kepala Pelatih Tunggal Putra Utama PP PBSI, Indra Wijaya, menilai konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Alwi Farhan agar mampu bersaing secara stabil di level elite dunia.
Penilaian ini muncul setelah Alwi menunjukkan performa cukup menjanjikan dalam rangkaian Tur Eropa 2026, dengan capaian perempat final di All England 2026 dan runner-up di Swiss Open 2026.
“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” ujar Indra dalam keterangan resmi PP PBSI, Selasa.
Indra menekankan pentingnya peningkatan fisik mengingat padatnya jadwal turnamen internasional, yang menuntut daya tahan prima agar performa tetap konsisten. Selain itu, kematangan mental dan kemampuan mengontrol emosi di bawah tekanan juga dianggap sebagai faktor pembeda di level tertinggi.
Pada Swiss Open, Alwi mencatat hasil positif dengan menyingkirkan unggulan pertama asal China, Li Shifeng, di semifinal dengan skor 21-10, 21-19. Namun, pada partai final performanya menurun dan ia kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka 18-21, 12-21.
Indra juga menyoroti pentingnya aspek pemulihan (recovery) agar Alwi bisa tampil konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan lain.
“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting agar performa bisa tetap stabil,” tuturnya.
Pelatih tersebut berharap pengalaman di Tur Eropa dapat menjadi modal bagi Alwi untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperkuat daya saingnya di turnamen elite dunia berikutnya.
(Antara)