Tim Mercedes Desain Alat Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Wujudnya

Rizki Nurmansyah
Tim Mercedes Desain Alat Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Wujudnya
Kru tim Mercedes merayakan keberhasilan pebalap mereka, Lewis Hamilton (tengah), meraih gelar juara dunia F1 keenam dalam kariernya di Sirkut Austin, Texas, Amerika Serikat, Senin (4/11/2019). [AFP/Suzanne Cordeiro]

Mercedes mengembangkan alat yang dinamakan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

Suara.com - Tim Formula 1 Mercedes embuat desain alat bantu pernapasan yang mereka kembangkan, bisa diakses secara gratis untuk diproduksi secara massal sebagai salah satu upaya penanggulangan pandemi virus Corona Covid-19.

Pekan lalu Mercedes mengumumkan misinya untuk membantu dunia dalam melawan pandemi Covid-19.

Bekerja sama dengan University College London (UCL) dan para dokter Rumah Sakit UCL, Mercedes mengembangkan alat yang dinamakan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

Alat ini dapat membantu pasien yang memiliki infeksi paru-paru akibat Covid-19 bernafas lebih mudah ketika tabung oksigen saja tidak cukup.

"Alat bantu pernapasan itu diproduksi dalam waktu yang cukup cepat, membutuhkan kurang dari 100 jam dari perencanaan hingga produksi alat pertama," demikian pernyataan tim F1 Mercedes di laman resmi tim, Selasa (7/4/2020).

Alat bantu pernafasan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang dikembangkan oleh tim Mercedes F1 bersama University College London (UCL) dan para dokter Rumah Sakit UCL. [Twitter@mercedesamgf1]
Alat bantu pernapasan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang dikembangkan oleh tim Mercedes F1 bersama University College London (UCL) dan para dokter Rumah Sakit UCL. [Twitter@mercedesamgf1]

CPAP tersebut telah dievaluasi di UCLH dan sejumlah rumah sakit lainnya di London, hingga dinyatakan memenuhi regulasi kesehatan pekan lalu.

Saat ini lebih dari 10.000 CPAP telah dipesan oleh layanan kesehatan nasional Inggris.

Pusat teknologi Mercedes AMG High Performance Powertrain di Brixworth, fasilitas di mana tim F1 itu membangun power unit mobil balap mereka, sekarang digunakan untuk memproduksi 1.000 alat CPAP per harinya.

Sebanyak 40 mesin yang biasanya digunakan untuk memproduksi piston-piston F1 dan turbocharger berubah fungsi untuk produksi CPAP untuk memenuhi permintaan alat bantu pernapasan yang pasokannya berkurang di Inggris itu.

Mercedes dan tim gabungan hari ini juga memungkinkan desain CPAP bisa diunduh secara gratis oleh pabrikan di seluruh dunia yang ingin memproduksi alat tersebut untuk membantu pasien yang terjangkit Covid-19.

"Membuat desain dan spesifikasi manufaktur tersedia dalam basis sumber yang terbuka akan memungkinkan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia memproduksi alat ini secara cepat dan skala besar untuk mendukung respons global terhadap Covid-19," kata Managing Director Mercedes-AMG High Performance Powertrain Andy Cowell.

Sementara itu, konsultan kesehatan di UCLH Prof. Mervyn Singer mengungkapkan jika pekan ini telah banyak pasien dengan Covid-19 yang bernapas lebih mudah berkat CPAP.

"Alat ini bisa membantu menyelamatkan nyawa dengan memastikan jika ventilator, alat yang sangat berharga, digunakan hanya untuk mereka yang sakit parah," ujarnya.

"Kami dan yang lainnya mendapati proporsi yang signifikan dari pasien yang dirawat dengan CPAP bisa terhindar dari ventilasi mekanis," Singer menambahkan.

Di lain pihak, Wakil Rektor Kesehatan UCL Prof. David Lomas mengatakan jika CPAP merupakan capaian yang fenomenal karena hanya butuh dua pekan untuk alat itu bisa digunakan di rumah sakit sejak pembuatan purwarupanya.

"Ini menunjukkan apa yang bisa kita lakukan jika universitas, rumah sakit dan industri bekerja sama untuk kepentingan nasional," kata Lomas.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS