Tim Mercedes Desain Alat Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Wujudnya

Rizki Nurmansyah | Suara.com

Rabu, 08 April 2020 | 01:05 WIB
Tim Mercedes Desain Alat Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Wujudnya
Kru tim Mercedes merayakan keberhasilan pebalap mereka, Lewis Hamilton (tengah), meraih gelar juara dunia F1 keenam dalam kariernya di Sirkut Austin, Texas, Amerika Serikat, Senin (4/11/2019). [AFP/Suzanne Cordeiro]

Suara.com - Tim Formula 1 Mercedes embuat desain alat bantu pernapasan yang mereka kembangkan, bisa diakses secara gratis untuk diproduksi secara massal sebagai salah satu upaya penanggulangan pandemi virus Corona Covid-19.

Pekan lalu Mercedes mengumumkan misinya untuk membantu dunia dalam melawan pandemi Covid-19.

Bekerja sama dengan University College London (UCL) dan para dokter Rumah Sakit UCL, Mercedes mengembangkan alat yang dinamakan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

Alat ini dapat membantu pasien yang memiliki infeksi paru-paru akibat Covid-19 bernafas lebih mudah ketika tabung oksigen saja tidak cukup.

"Alat bantu pernapasan itu diproduksi dalam waktu yang cukup cepat, membutuhkan kurang dari 100 jam dari perencanaan hingga produksi alat pertama," demikian pernyataan tim F1 Mercedes di laman resmi tim, Selasa (7/4/2020).

Alat bantu pernafasan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang dikembangkan oleh tim Mercedes F1 bersama University College London (UCL) dan para dokter Rumah Sakit UCL. [Twitter@mercedesamgf1]
Alat bantu pernapasan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang dikembangkan oleh tim Mercedes F1 bersama University College London (UCL) dan para dokter Rumah Sakit UCL. [Twitter@mercedesamgf1]

CPAP tersebut telah dievaluasi di UCLH dan sejumlah rumah sakit lainnya di London, hingga dinyatakan memenuhi regulasi kesehatan pekan lalu.

Saat ini lebih dari 10.000 CPAP telah dipesan oleh layanan kesehatan nasional Inggris.

Pusat teknologi Mercedes AMG High Performance Powertrain di Brixworth, fasilitas di mana tim F1 itu membangun power unit mobil balap mereka, sekarang digunakan untuk memproduksi 1.000 alat CPAP per harinya.

Sebanyak 40 mesin yang biasanya digunakan untuk memproduksi piston-piston F1 dan turbocharger berubah fungsi untuk produksi CPAP untuk memenuhi permintaan alat bantu pernapasan yang pasokannya berkurang di Inggris itu.

Mercedes dan tim gabungan hari ini juga memungkinkan desain CPAP bisa diunduh secara gratis oleh pabrikan di seluruh dunia yang ingin memproduksi alat tersebut untuk membantu pasien yang terjangkit Covid-19.

"Membuat desain dan spesifikasi manufaktur tersedia dalam basis sumber yang terbuka akan memungkinkan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia memproduksi alat ini secara cepat dan skala besar untuk mendukung respons global terhadap Covid-19," kata Managing Director Mercedes-AMG High Performance Powertrain Andy Cowell.

Sementara itu, konsultan kesehatan di UCLH Prof. Mervyn Singer mengungkapkan jika pekan ini telah banyak pasien dengan Covid-19 yang bernapas lebih mudah berkat CPAP.

"Alat ini bisa membantu menyelamatkan nyawa dengan memastikan jika ventilator, alat yang sangat berharga, digunakan hanya untuk mereka yang sakit parah," ujarnya.

"Kami dan yang lainnya mendapati proporsi yang signifikan dari pasien yang dirawat dengan CPAP bisa terhindar dari ventilasi mekanis," Singer menambahkan.

Di lain pihak, Wakil Rektor Kesehatan UCL Prof. David Lomas mengatakan jika CPAP merupakan capaian yang fenomenal karena hanya butuh dua pekan untuk alat itu bisa digunakan di rumah sakit sejak pembuatan purwarupanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hanya Covid-19, Jubir Yurianto Ingatkan Bahaya Demam Berdarah

Bukan Hanya Covid-19, Jubir Yurianto Ingatkan Bahaya Demam Berdarah

Health | Selasa, 07 April 2020 | 20:15 WIB

Ecclestone: Formula 1 2020 Harus Dibatalkan

Ecclestone: Formula 1 2020 Harus Dibatalkan

Sport | Minggu, 05 April 2020 | 15:50 WIB

Inggris Lockdown, Nasib Balapan F1 GP Inggris Terkatung-katung

Inggris Lockdown, Nasib Balapan F1 GP Inggris Terkatung-katung

Sport | Minggu, 29 Maret 2020 | 19:33 WIB

Akibat Wabah Virus Corona, Tim F1 Terancam Bangkrut

Akibat Wabah Virus Corona, Tim F1 Terancam Bangkrut

Sport | Jum'at, 27 Maret 2020 | 15:46 WIB

Sejumlah Tim F1 Bantu Produksi Alat Kesehatan untuk Perangi Corona

Sejumlah Tim F1 Bantu Produksi Alat Kesehatan untuk Perangi Corona

Sport | Sabtu, 21 Maret 2020 | 05:05 WIB

Terkini

Hasil Undian AVC Champions League 2026: Indonesia Diwakili Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya

Hasil Undian AVC Champions League 2026: Indonesia Diwakili Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya

Sport | Senin, 16 Maret 2026 | 10:59 WIB

Jadi Tuan Rumah, Indonesia Punya Dua Misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026

Jadi Tuan Rumah, Indonesia Punya Dua Misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026

Sport | Senin, 16 Maret 2026 | 10:47 WIB

Ruichang China Masters: Jadi Runner-up, Prahdiska Bagas Shujiwo Perlu Tingkatkan Power

Ruichang China Masters: Jadi Runner-up, Prahdiska Bagas Shujiwo Perlu Tingkatkan Power

Sport | Senin, 16 Maret 2026 | 10:36 WIB

Ketum PBVSI Ungkap Alasan Naturalisasi 4 Pemain dari Brasil

Ketum PBVSI Ungkap Alasan Naturalisasi 4 Pemain dari Brasil

Sport | Senin, 16 Maret 2026 | 10:15 WIB

Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032

Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032

Sport | Senin, 16 Maret 2026 | 10:09 WIB

Swiss Open 2026: Tampil Antiklimaks, Alwi Farhan Tumbang dari Yushi Tanaka di Final

Swiss Open 2026: Tampil Antiklimaks, Alwi Farhan Tumbang dari Yushi Tanaka di Final

Sport | Senin, 16 Maret 2026 | 10:02 WIB

Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China

Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China

Sport | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:44 WIB

Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1

Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1

Sport | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:40 WIB

Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final

Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final

Sport | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:36 WIB

Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara

Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara

Sport | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:33 WIB