Olimpiade 2020 Ditunda, Olimpian: Menunggu 1 Tahun Bukanlah Akhir Segalanya

Rizki Nurmansyah
Olimpiade 2020 Ditunda, Olimpian: Menunggu 1 Tahun Bukanlah Akhir Segalanya
Logo Olimpiade 2020 Tokyo. [AFP/Charly Triballeau]

Olimpiade 2020 Tokyo ditunda ke tahun depan karena pandemi virus Corona.

Suara.com - Teddy Riner, olimpian peraih dua medali emas cabang olahraga judo, menganggap penundaan Olimpiade 2020 Tokyo merupakan hal positif.

Sebab, kata Teddy, penyelenggaraan yang diundur ke tahun depan itu bisa memberikan kesempatan yang setara kepada para atlet agar bisa tampil di pesta olahraga empat tahunan tersebut.

"Kenapa harus marah (dengan penundaan Olimpiade)? Orang-orang meninggal. Anda harus memberikan para atlet kesempatan yang sama dan saat ini semua atlet tidak sedang berada di pijakan yang sama," ujar Riner dikutip Suara.com dari harian olahraga Prancis, L'Equipe, Rabu (8/4/2020).

Riner yang sudah memastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo mengatakan bahwa menunggu satu tahun menuju Olimpiade bukanlah sesuatu yang buruk.

Hal itu menurutnya justru dapat memberi lebih banyak waktu bagi atlet untuk menghadapi kejuaraan kualifikasi nanti.

"Menunggu satu tahun lagi bukanlah akhir dari segalanya. Kita hanya harus bersabar. Saya rasa kualifikasi tidak akan adil apabila Olimpiade ditunda hingga musim gugur," kata Riner yang mengalami kekalahan perdananya pada Februari lalu dalam 10 tahun terakhir berkarier sebagai petarung judo.

Atlet judo Prancis, Teddy Riner, memamerkan medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. [AFP/Bertrand Guay]
Atlet judo Prancis, Teddy Riner, memamerkan medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. [AFP/Bertrand Guay]

Meski Olimpiade 2020 ditunda, atlet judo asal Prancis itu mengatakan dirinya tetap melakukan latihan mandiri di rumahnya setelah pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lockdown atau karantina wilayah sejak 17 Maret lalu.

Rutinitas olahraga yang ketat pun tetap dilakukan demi menjaga kebugaran tubuhnya di tengah pandemi COVID-19.

Riner merupakan atlet judo yang berhasil mencatatkan rekor 154 kemenangan beruntun.

Namun catatan fantastis tersebut harus terhenti saat berhadapan dengan atlet judo asal Jepang Kokoro Kaguera dalam ajang Grand Slam Paris pada Februari lalu.

Pandemi virus corona telah membuat banyak kejuaraan kualifikasi Olimpiade 2020 terganggu bahkan terpaksa dibatalkan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan soal proses kualifikasi, apakah akan terus berlanjut atau dihentikan.

Tercatat, sudah ada sekitar 57 persen dari total 11 ribu atlet yang lolos Olimpiade, sedangkan 43 persen kuota tersisa masih akan terus dibahas oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan seluruh federasi olahraga internasional.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS