Suara.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) enggan memandang mundurnya jadwal Piala Thomas dan Uber 2020 ke dalam ranah untung rugi.
Kabid Binpres PBSI Susy Susanti menyebut keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) harus dihormati. Alasan pemundurannya pun jelas, lantaran adanya pandemi virus Corona.
"Situasi sekarang tak bisa berbicara untung dan rugi. Semuanya terpengaruh, seluruh dunia," kata Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/5/2020).
"Ini kalau dibilang ya keadaan darurat dunia. Jadi buat kami yang penting bagaimana menjaga atlet sebaik-baiknya agar mereka tetap sehat," tambahnya.
Terlepas dari perubahan jadwal BWF, Susy menganggap persiapan yang maksimal tetap jadi kunci pebulutangkis bisa tampil baik atau tidak di suatu turnamen.
Dia menganggap pebulutangkis Indonesia beruntung lantaran program latihan di Pelatnas PBSI tetap berjalan walaupun dalam intensitas rendah.
"Kami beruntung karena di negara lain banyak Pelatnas yang berhenti total. Mereka iri dengan kita dan China yang masih bisa menggelar latihan," beber Susy.
"Paling tidak sekarang kami bisa menjaga kondisi atlet meski tak 100 persen. Mudah-mudahan habis Lebaran kami bisa mulai Pelatnas normal, walaupun hal itu bergantung kondisi wabah Corona," tandasnya.
Piala Thomas dan Uber 2020 telah dua kali alami perubahan tanggal akibat pandemi virus Corona.
Semula turnamen yang akan berlangsung di Aarhus, Denmark itu dilangsungkan pada 16-24 Mei.
BWF lalu mengundurnya ke tanggal 15-23 Agustus 2020, sebelum kekinian kembali dimundurkan ke 3-11 Oktober 2020.