Array

Kenangan Liliyana: Terintimidasi Praveen / Debby, Perang Dingin dengan Owi

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Kamis, 21 Mei 2020 | 16:33 WIB
Kenangan Liliyana: Terintimidasi Praveen / Debby, Perang Dingin dengan Owi
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, melaju ke final Singapore Open 2018 usai menaklukkan juniornya, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow, di babak semifinal, Sabtu (21/7). [Humas PBSI]

Suara.com - Gelimangan gelar dan prestasi tak didapat Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir semudah membalikkan telapak tangan.

Di samping dituntut kerja keras, hubungan personal mereka pun diwarnai pasang surut.

Liliyana pun menceritakan tentang beratnya menyelesaikan ketegangan yang pernah terjadi dengan Tontowi.

Pebulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) bersama partnernya di ganda campuran, Liliyana Natsir, merayakan keberhasilan meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (17/8/2016). [AFP/Goh Chai Hin]
Pebulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) bersama partnernya di ganda campuran, Liliyana Natsir, merayakan keberhasilan meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (17/8/2016). [AFP/Goh Chai Hin]

Kegagalan total tanpa medali di Olimpiade 2012 London ternyata bukanlah saat terberat bagi mantan pasangan ganda campuran nomor satu dunia tersebut.

Tapi merangkak dari keterpurukan minim gelar di tahun 2015 dan awal 2016 menjadi tantangan terberat bagi Tontowi/Liliyana.

Bahkan Liliyana menggambarkan hubungannya dan pasangan mainnya tersebut dengan istilah gersang.

"Waktu itu ekspektasi orang tinggi, dan kami lagi terpuruk sekali cuma dapat satu gelar juara sebelum olimpiade," kata Liliyana dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (20/5/2020).

"Owi (sapaan akrab Tontowi) nggak marah sih sama saya, saya juga enggak. Tapi gimana ya namanya pemain dapat hasil jelek itu situasinya nggak ribut, tapi nggak akur juga, susah menjelaskannya. Damai tapi gersang, kayak lagi perang dingin," kenang Liliyana.

Praveen Jordan/Debby Susanto membawa harum nama Indonesia dengan menjadi juara di turnamen bulutangkis tertua di dunia [Humas PBSI]
Praveen Jordan/Debby Susanto menjuarai All England 2016. [Humas PBSI]

Bahkan Tontowi/Liliyana sempat merasa terintimidasi dengan hasil gemilang yang diraih junior mereka, Praveen Jordan/Debby Susanto di ajang All England 2016, beberapa bulan sebelum olimpiade.

Baca Juga: Soal Status Magang Tontowi Ahmad, Richard Mainaky: Saya Juga Kaget

"Waktu itu kami berpikir apa posisi kami sudah terganti ya sama Praveen/Debby? Ya namanya persaingan, akhirnya saya dan Owi sama-sama nurunin ego," ungkapnya.

"Saya kontrol emosi, Owi nggak sensitif lagi, begini pun sebetulnya nggak menjamin kami jadi juara, tapi setidaknya kami berdua jauh merasa lebih baik," kata Liliyana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI