Array

Imbas Pandemi, PBSI Bingung Tentukan Promosi dan Degradasi Atlet

Senin, 28 September 2020 | 14:47 WIB
Imbas Pandemi, PBSI Bingung Tentukan Promosi dan Degradasi Atlet
Sekjen PBSI Achmad Budiharto di sela Rakenas NOC Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2020). [Antara/Bayu Kuncahyo]

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI, Achmad Budiharto mengungkapkan pihaknya tengah kebingungan untuk menentukan atlet yang layak mendapat promosi dan degradasi di akhir tahun.

Budiharto memaparkan bahwa pandemi virus corona yang berimbas pada penundaan atau pembatalan turnamen, turut berdampak pada penilaian pebulutangkis nasional.

Dengan minimnya turnamen yang diikuti tahun ini, PBSI disebut Budiharto kesulitan untuk menentukan indikator apa yang membuat atlet layak dicoret atau dipromosikan ke pelatnas.

Setelah dunia dilanda pandemi virus Corona, kompetisi internasional dihentikan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sejak Maret, tepat selepas berakhirnya All England 2020.

Setelah itu praktis Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan tak memiliki wadah kompetisi resmi. Mereka hanya berlatih di pelatnas sambil mengikuti dua kali ajang simulasi.

Ajang simulasi pertama adalah PBSI Home Tournament yang berkategori individual. Kompetisi itu berlangsung pada akhir Juli lalu.

Sementara ajang uji coba kedua bertajuk Simulasi Piala Thomas dan Uber 2020. Kompetisi kategori beregu putra dan putri itu bergulir awal September lalu.

"Situasi saat ini masih tidak menentu, jadi semua saling menunggu, belum ada keputusan mengenai promosi dan degradasi," kata Achmad Budiharto dalam rilis yang diterima suara.com.

"Kalau menurut AD/ART seharusnya ada promosi dan degradasi di setiap akhir tahun, tapi kami sulit menentukan dasarnya karena atlet tidak mengikuti turnamen," tambahnya.

Baca Juga: Imbas Pandemi, PBSI Ajukan Penundaan Musyawarah Nasional

Hasil di dua ajang simulasi serta capaian di Kejuaraan Nasional tahun ini juga disebut Budiharto tak bisa jadi acuan penilaian promosi dan degradasi. Kejurnas sendiri belum diketahui kapan bisa dilangsungkan.

Di samping kesulitan menentukan indikator promosi dan degradasi, PBSI lebih memilih untuk fokus menatap kalender kompetisi tahun depan.

Kompetisi 2021 dipercaya bakal berlangsung ketat lantaran banyaknya turnamen mayor yang berlangsung seperti Olimpiade, SEA Games, hingga Piala Sudirman.

"Pertama, kami harus lihat dulu jadwal dari BWF seperti apa, dari situ bisa ditentukan strategi untuk menentukan target-target yang utama," kata Budiharto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI