Skenario Terburuk Marc Marquez Jalani Operasi Ketiga, Absen Balapan Lagi?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 30 November 2020 | 15:18 WIB
Skenario Terburuk Marc Marquez Jalani Operasi Ketiga, Absen Balapan Lagi?
Rider Tim Repsol Honda Marc Marquez berjalan di sirkuit Catalunya menjelang MotoGP Catalunya, Barcelona. LLUIS GENE / AFP

Suara.com - Kisah cedera Marc Marquez kembali berlanjut. Pembalap Repsol Honda ini rencananya akan menjalani operasi ketiga untuk pemulihan cedera yang dialaminya.

Pihak dokter yang menangani cedera The Baby Alien, Xavier Mir pun memberikan skenario terburuk jika dilakukan operasi ketiga.

Ia mengungkapkan kalau cedera para pembalap terbagi menjadi dua grup, yakni trauma atau akibat balapan.

"Jika itu karena trauma, cedera yang paling umum adalah patah tulang selangka atau bagian bahu yang paling lemah," kata dokter Xavier Mir, dikutip dari Corsedimoto.

Untungnya, proses pengobatan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki solusi yang sangat efektif.

"Kami sekarang memiliki pelat khusus yang terkadang memungkinkan pemulihan yang tampaknya ajaib," sambung dokter Xavier Mir.

"Setelah satu atau dua minggu, pembalap MotoGP dapat kembali meskipun dia merasa tidak nyaman," lanjutnya.

Namun, hal tersebut berlaku jika cedera yang dialami karena trauma.

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez terlihat masih kurang nyaman dengan kondisi lengannya usai menjalani sesi latihan bebas ketiga MotoGP Andalusia, Sabtu (25/7/2020). [AFP]
Pebalap Repsol Honda Marc Marquez terlihat masih kurang nyaman dengan kondisi lengannya usai menjalani sesi latihan bebas ketiga MotoGP Andalusia, Sabtu (25/7/2020). [AFP]

Nah, jika cedera disebabkan oleh balapan, masalah yang paling umum adalah sindrom kompartemen.

baca juga

"Saat balapan dan pembalap memaksakan meski sedang cedera, lengan mereka akan mengalami penumpukan darah yang signifikan di lengan yang menyebabkan otot membesar," jelas ahli traumatologi asal Spanyol itu.

"Ketika ini terjadi, otot tidak dapat berkembang ke luar dan ke dalam, yang menyebabkan saraf dan sirkulasi tertekan dan pembalap kehilangan kekuatan," sambungnya.

Dalam hal ini, jika dalam kasus Marc Marquez terjadi seperti itu, bukan tidak mungkin operasi akan dilakukan. Hanya saja, akan butuh proses pemulihan yang cukup lama.

Akibatnya, bisa jadi nanti Marc Marquez akan butuh waktu lebih lama untuk comeback di MotoGP 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Solidaritas Pengguna Kendaraan Tua, Motor Rela Dorong Mobil Mogok

Video Solidaritas Pengguna Kendaraan Tua, Motor Rela Dorong Mobil Mogok

Otomotif | Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB

Yabai, Foto Pak Dubes Jepang Pakai Masker Gambar Pecel Lele Jadi Viral

Yabai, Foto Pak Dubes Jepang Pakai Masker Gambar Pecel Lele Jadi Viral

Jatim | Minggu, 29 November 2020 | 19:20 WIB

Potret Pengorbanan Emak-emak saat Naik Motor, Bikin Perasaan Campur Aduk

Potret Pengorbanan Emak-emak saat Naik Motor, Bikin Perasaan Campur Aduk

Otomotif | Minggu, 29 November 2020 | 18:51 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×