facebook

Hancur di Thailand, Fajar/Rian Kedodoran Secara Fisik, Strategi dan Mental

Arief Apriadi
Hancur di Thailand, Fajar/Rian Kedodoran Secara Fisik, Strategi dan Mental
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto langsung tersingkir di babak pertama Toyota Thailand Open, di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (20/1/2021). [BWF/Badmintonphoto]

Fajar/Rian tak mampu melaju lebih dari babak kedua di dua turnamen yang diikuti yakni Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open.

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak menampik bahwa mereka kedodoran dari segi fisik, strategi, hingga mental saat tampil di dua turnamen BWF World Tour leg Asia di Bangkok, Thailand, pada 12-24 Januari 2021 lalu.

Dua turnamen beruntun yang diikuti Fajar/Rian adalah Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open. Hasilnya, pasangan peringkat tujuh dunia itu tak mampu sekalipun melaju lebih dari babak kedua.

Di Yonex Thailand Open, Fajar/Rian harus terhenti di babak kedua. Mereka tersingkir oleh kompatriot yang merupakan juniornya sendiri di Pelatnas PBSI, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sementara di Toyota Thailand Open, Fajar/Rian secara mengejutkan langsung terhenti di babak pertama oleh pasangan ganda putra Inggris, Ben Lane/Sean Vendy.

Baca Juga: Indonesia Jeblok di Tur Asia, Rionny Mainaky Minta Pelatih Tanggung Jawab

Dua hasil jeblok itu membuat Fajar/Rian gagal menemani Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan lolos ke BWF World Tour Finals 2020. Mereka tertahan di peringkat 11 atau terpaut tiga strip dari zona lolos --Top 8 Race to Bangkok Finals.

"Dari segi mental, fisik dan strategi bertanding juga masih kurang. Ini adalah turnamen pertama kali sejak All England tahun lalu, jadi 'feeling' atau 'touchnya' hilang. Itu yang masih harus kami cari," kata Rian dalam keterangan resmi PBSI, Rabu (3/2/2021).

Sementara Fajar mengungkapkan bahwa bertanding di tengah pandemi virus Corona cukup menantang. Berbagai protokol kesehatan yang harus dijalani membuat dirinya kurang terbiasa.

"Jadi memang kondisi seperti ini tidak seperti pertandingan pada biasanya. Saya merasakan fokusnya tidak hanya bertanding, tapi harus juga menjaga kondisi agar tetap fit," beber Fajar.

"Protokol kesehatan pun sangat ketat, jadi kami mungkin memang kurang terbiasa. Tapi mau tidak mau, kondisi seperti ini harus dijalani," tambahnya.

Baca Juga: Cuma Raih Satu Gelar dari Tiga Turnamen Asia, PBSI Tak Puas

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar